REQNews.com

Hampir Terjun dari Jembatan, Pria di Malang Berhasil Diselamatkan Polisi dan Warga

News

Friday, 27 March 2026 - 11:02

Ilustrasi mencoba bunuh diri (Foto:Istimewa)Ilustrasi mencoba bunuh diri (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Peristiwa penyelamatan seorang pria di Kota Malang menjadi bukti nyata pentingnya kepedulian dan respons cepat di tengah masyarakat. Insiden ini sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama.

Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu petang, 25 Maret 2026, di kawasan Jembatan Soekarno Hatta. Saat itu, suasana lalu lintas sedang dipantau oleh petugas Pos Pengamanan (Pospam) dari wilayah Universitas Brawijaya.

Di tengah pemantauan, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria yang tampak gelisah di tepi jembatan. Ia terlihat berjalan bolak-balik sambil menangis, menunjukkan kondisi emosional yang tidak stabil.

Kapospam UB, Iptu Tri Sulistyo, bersama anggotanya segera mendekat untuk memastikan situasi. Dugaan mereka terbukti ketika pria tersebut tiba-tiba berupaya melompat ke sungai.

"Kondisi SN saat itu memang terlihat sedang tertekan emosinya, menangis, dan menunjukkan gelagat mencurigakan di pinggir jembatan. Tidak lama kemudian, yang bersangkutan mencoba melompat ke sungai," ungkap Iptu Tri, Kamis 26 Maret 2026.

Tanpa menunggu lama, petugas dibantu pengendara yang melintas langsung bergerak cepat. Aksi sigap tersebut berhasil mencegah upaya nekat yang berpotensi berujung fatal.

“Respons cepat ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pengamanan lalu lintas, tetapi juga dalam memberikan perlindungan jiwa. Kami bersama warga langsung mencegah tindakan tersebut agar tidak terjadi hal yang lebih fatal,” lanjutnya.

Setelah situasi terkendali, pria berinisial SF (26) itu dibawa ke Pos Pam UB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pendekatan dilakukan secara humanis oleh petugas, yang berusaha mencairkan suasana dengan percakapan santai agar kondisi psikologisnya perlahan membaik.

Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa tekanan emosional yang dialami SF berkaitan dengan persoalan pribadi, termasuk konflik dengan pasangan dan keluarganya.

“Setelah kami ajak ngobrol santai, SN mengaku memiliki masalah pribadi. Kami berikan motivasi agar tidak mengambil jalan pintas, serta mengingatkan pentingnya masa depan dan dukungan keluarga,” jelas Iptu Tri.

Setelah dipastikan lebih tenang, pria tersebut kemudian diantar pulang ke rumah keluarganya di kawasan Sumbersari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ia berada dalam lingkungan yang aman dan mendapatkan dukungan.

“Pos Pam selain memberikan Layanan pengamanan, juga kepedulian dan bertanggung jawab menjaga keselamatan masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk mencari bantuan ketika menghadapi persoalan, karena selalu ada solusi tanpa harus mengorbankan nyawa,” tutup Iptu Tri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perhatian kecil dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan lingkungan sekitar sangat berperan dalam membantu seseorang melewati masa sulit, terutama saat menghadapi tekanan mental.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.