24 Jemaah Umrah yang Busnya Terbakar, Akan Pulang ke Indonesia Sesuai Jadwal
MADINAH, REQNews - Perjalanan rombongan jemaah umrah asal Indonesia menuju Madinah diwarnai insiden kebakaran bus yang sempat memicu kepanikan. Meski begitu, seluruh penumpang dipastikan selamat tanpa mengalami luka, dan rencana kepulangan ke Indonesia tetap berjalan sesuai jadwal.
Peristiwa tersebut terjadi Sabtu 28 Maret 2026 saat bus yang membawa 24 jemaah hampir mencapai Madinah. Sekitar 20 menit sebelum tiba, para penumpang mulai mencium bau tidak biasa yang menyerupai kopling terbakar. Mereka sempat memperingatkan pengemudi, namun sopir menyatakan kendaraan masih dalam kondisi aman.
Tak lama berselang, terdengar suara letusan dari bagian ban. Sopir segera menghentikan laju kendaraan dan meminta seluruh penumpang turun. Keputusan cepat itu terbukti krusial, karena api kemudian muncul dan dengan cepat membesar hingga melalap sebagian besar badan bus. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan yang tersedia tidak mampu mengendalikan kobaran.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, memastikan seluruh jemaah berhasil menyelamatkan diri. “Seluruh jemaah dalam kondisi selamat dan tidak terdapat korban luka fisik. Paspor seluruh jemaah juga aman dan tidak ikut terbakar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas jemaah berasal dari Sumatera Barat. Sementara itu, pengemudi bus diketahui merupakan warga negara Mesir.
Evakuasi berlangsung cepat. Sekitar 30 menit setelah kejadian, bus pengganti tiba di lokasi dan langsung membawa para jemaah menuju hotel Manazel Al Sadiq. Saat ini, mereka telah beristirahat dan berada dalam kondisi sehat, meskipun beberapa terutama anak-anak mengalami trauma ringan akibat kejadian tersebut.
Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh gangguan teknis kendaraan. Tidak ditemukan indikasi kelalaian seperti mengemudi secara ugal-ugalan.
Pihak KJRI Jeddah menyatakan akan terus memantau penanganan insiden ini, termasuk kemungkinan kompensasi dari perusahaan transportasi terkait.
Dari Jakarta, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga turut memberikan perhatian. Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan KJRI. “Seluruh jemaah WNI dinyatakan selamat dan tidak ada korban jiwa atau luka. Mereka telah dievakuasi dengan bus pengganti dan saat ini dalam kondisi sehat,” katanya.
Tim konsuler dari Jeddah dijadwalkan menyusul ke Madinah untuk memastikan langsung kondisi para jemaah.
Meski sempat mengalami kejadian menegangkan, jadwal kepulangan para jemaah tidak mengalami perubahan. Mereka tetap direncanakan kembali ke Indonesia pada 31 Maret 2026, memberikan kelegaan bagi keluarga di Tanah Air.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.