REQNews.com

Presiden Prabowo akan Bertemu Presiden Korsel Lee Jae Myung Bicarakan Jet Tempur KF-21

News

Senin, 30 Maret 2026 - 19:01

Foto: Aerospace Global NewsFoto: Aerospace Global News

Seoul, REQNews.com -- Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan bertemu Presiden Korsel Lee Jae Myung, Selasa 31 Maret, untuk membicarakan jet tempur KF-21 Boramae dan masalah kontribusi Indonesia.

Korea Times memberitakan Presiden Lee diperkirakan akan menjadikan Indonesia sebagai tujuan ekspor pertama KF-21, dengan pembelian 16 pesawat tempur yang mulai diproduksi massal pekan lalu.

Presiden Lee sebelumnya bertemu Presiden Prabowo pada pertempuan Pemimpin Ekonomi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di Gyeongju tahun lalu. Saat itu keduanya membahas kemitraan strategis di bidang pertahanan, perdagangan, infrastruktur, dan pertukaran antar masyarakat.

"Pada pertemuan pekan ini diharapkan Indonesia menjadi pelanggan pertama KF-21," kata Choe Won-gi, seorang profesor di Akademi Diplomatik Nasional Korea dan pakar urusan ASEAN.

Indonesia dan Korsel semula membentuk kemitraan untuk mengmbangkan jet tempur KF-21 pada tahun 2015. Jakarta setuju membayar 20 persen biaya proyek sebagai imbalan transfer teknologi. Namun, Indonesia berulang kali menunda pembayaran, sampai akhirnya kedua pihak sepakat mengurangi kontribusi Indonesia menjadi sepertiga dari jumlah awal dan menurunkan tingkat transfer teknologi.

Meski porsi pendanaan berkurang, Indonesia tetap berharap pada transfer teknologi kunci yang dapat membangkitkan industri dirgantara nasional. Kini, saat Korea Selatan melaju kencang memulai produksi massal, muncul tantangan baru bagi Jakarta: mampukah kita tetap menjadi bagian dari sejarah jet tempur masa depan ini, atau justru hanya akan menjadi “pembeli” produk bikinan sendiri.

Di sisi lain, Korea Selatan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Di bawah komando Presiden Lee Jae Myung, mereka resmi membuka babak baru bagi kekuatan udara Asia.

Secara teknis, KF-21 sering diklasifikasikan sebagai jet tempur generasi 4.5. Namun, Kepala KAI Kang Goo-Young — yang juga mantan pilot tempur — menolak label itu. Ia menyebut KF-21 jauh melampaui kemampuan jet tempur Eropa seperti Dassault Rafale dari Prancis atau Eurofighter Typhoon.

“Saya menyebutnya jet tempur generasi 4.9. Performa dan kemampuannya sudah sangat mendekati jet tempur generasi ke-5, hanya tinggal selangkah lagi menuju kemampuan siluman) penuh,” ujar Kang.

Melalui pengembangan Block III (KF-21EX), jet ini akan dilengkapi ruang senjata internal (internal weapons bay), menjadikannya pesawat siluman murni yang siap menantang dominasi F-35 milik Amerika Serikat.

Apa yang membuat dunia militer ternganga adalah kecepatan produksinya. KF-21 berhasil masuk ke lini produksi massal hanya dalam waktu 4 tahun sejak penerbangan prototipe pertamanya. Sebagai perbandingan F-35 (AS) membutuhkan waktu 11 tahun dari terbang perdana ke produksi massal sementara Su-57 (Rusia) memerlukan waktu 10 tahun.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.