Kasus Mutilasi di Freezer Kios Ayam, Pelaku Bunuh Rekan Kerja yang Menolak Ikut Mencuri
JAKARTA, REQNews — Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap AH, pria yang jasadnya ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam di kawasan Bekasi. Motif kejahatan tersebut ternyata berkaitan dengan rencana pencurian yang gagal dilakukan para pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa korban dibunuh setelah menolak ajakan dua rekannya untuk melakukan aksi kriminal. Kedua pelaku, S (27) dan DS alias ANS (24), diketahui bekerja di tempat yang sama dengan korban.
“Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan tapi menolak. Sehingga yang dua orang membunuh si korban tersebut,” kata Iman dikutip Rabu 1 April 2026.
Awalnya, para pelaku berencana mencuri mobil milik atasan mereka. Namun, rencana tersebut berubah karena kondisi keamanan yang dinilai cukup ketat. Mereka kemudian mengalihkan target ke sepeda motor milik bosnya, tetapi kembali mendapat penolakan dari korban.
“Awalnya yang mau diambil itu adalah mobil. Tapi karena ada pengamanan yang cukup lumayan ketat sehingga yang rencananya awalnya mobil, bergeser ke motor. Namun tetap si korban tetap tidak mau mengikuti kemauan para tersangka. Akhirnya si tersangka membunuh korban tersebut,” ujar dia.
Peristiwa ini terungkap setelah pemilik kios pulang dari mudik dan menemukan jasad korban di dalam freezer pada Sabtu 28 Maret 2026 sore. Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan karena telah dimutilasi, dengan bagian tangan dan kaki hilang.
Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku yang merupakan rekan kerja korban. Selain itu, bagian tubuh korban yang hilang ditemukan di wilayah Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tindakan keji tersebut.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.