Serangan AS ke Iran Dianggap Kejahatan Perang, 100 Pakar Lebih di AS Tegaskan Ini
WASHINGTON, REQnews - Di tengah meningkatnya ketegangan konflik dengan Iran, lebih dari 100 pakar hukum internasional di Amerika Serikat menilai serangan militer AS berpotensi diklasifikasikan sebagai kejahatan perang.
Mengutip Reuters, para ahli dari berbagai kampus ternama seperti Harvard, Yale, Stanford, dan University of California menandatangani surat terbuka yang menyoroti tindakan militer serta pernyataan pejabat tinggi AS. Surat tersebut dipublikasikan melalui jurnal kebijakan Just Security.
Dalam dokumen itu, mereka menilai langkah dan retorika pemerintah AS memicu kekhawatiran serius terkait kemungkinan pelanggaran hukum internasional.
"Meningkatkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, termasuk potensi kejahatan perang," tulis para ahli dalam surat tersebut.
Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari dan kian meluas. Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran, serta serangan balasan Iran ke Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS, dilaporkan menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.
Para pakar secara khusus menyoroti dugaan serangan terhadap objek sipil, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan kawasan permukiman. Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah serangan terhadap sekolah di Iran pada hari pertama konflik.
Militer AS sebelumnya menyatakan tengah memperdalam investigasi terkait serangan pada 28 Februari terhadap sekolah perempuan di Iran, setelah muncul laporan media yang mengindikasikan keterlibatan pasukan AS. Bulan Sabit Merah Iran menyebut serangan itu menewaskan 175 orang.
Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai provokatif. Dalam pidato televisi pada Rabu 1 April 2026, ia kembali mengancam akan meningkatkan serangan, termasuk menargetkan infrastruktur energi Iran.
"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujar Trump.
Para ahli juga menyinggung pernyataan Trump pada pertengahan Maret yang menyebut serangan bisa dilakukan "hanya untuk bersenang-senang", serta pernyataan pejabat Pentagon yang menyebut AS tidak berperang dengan "aturan keterlibatan yang bodoh".
Selain itu, kelompok advokasi Muslim di AS turut mengingatkan bahwa retorika Trump selama konflik berlangsung bersifat "tidak manusiawi" dan berpotensi memperburuk situasi.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
