REQNews.com

Ultimatum untuk Armenia, Presiden Putin: Jangan Coba-coba Mendekat ke Uni Eropa

News

Friday, 03 April 2026 - 18:59

PM Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraan di Kremlin, Rabu 2 April. Foto: EuroNewsPM Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraan di Kremlin, Rabu 2 April. Foto: EuroNews

Moskwa, REQNews.com -- AS tidak ingin negara-negara Amerika Latin mendekat, atau berada di bawah pengaruh Rusia. Moskwa tidak menghendaki negara-negara tetangganya jatuh ke pangkuan, atau di bawah pengaruh Barat.

Itulah yang terjadi saat pembicaraan blak-blakan antara PM Armenia Nikol Pashinyan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Rabu lalu. Semula, Putin menyuruh Armenia memilih antara Uni Eropa atau Rusia. Terakhir Rusia mengeluarkan ancaman terselubung kepada PM Pashinyan, terkait pasokan gas ke Armenia.

"Kami melihat ada diskusi di Armenia tentang pengembangan hubungan dengan Uni Eropa," kata Putin kepada Pashinyan, seperti dikutip EuroNews. "Harus dikatakan dengan jujur bahwa keanggotaan dalam serikat pabean degnan Uni Eropa dan Uni Ekonomi Eurasia adalah tidak mungkin."

Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), yang dipimpin Rusia, dibentuk 2015 dan beranggotakan Armenia, Rusia, Belarusia, Kazakhstan, dan Kyrgystan. Organisasi ini dibentuk dengan maksud untuk memungkinkan pergerakan bebas barang modal dan tenaga kerja di antara para anggotanya.

Rusia mengikat negara-negara tetangganya dengan harga gas yang jauh lebih murah dibanding harga gas di Uni Eropa. Itu dinyatakan Putin di depan Pashinyan.

"Harga gas Rusia di Eropa 600 dolar per 1.000 meter kubik. Rusia memasok gas ke Armenia dengan harga 177,5 dolar per 1.000 meter kubik," kata Putin. "Perbedaannya sangat besar."

Sejak berdamai dengan Azerbaijan, dan membiarkan Nagorno-Karabakh jadi milik tetangganya, Armenia semakin sering menyatakan keinginan menjalin hubungan dengan Uni Eropa. Bahkan Pashinyan sempat menyatakan niat membawa Armenia bergabung dengan Uni Eropa.

Pashinyan mengatakan Armenia menyadari tidak bisa secara bersamaan menjadi anggota Uni Eropa dan EAEU. Namun, Armenia yakin dapat menggabungkan keanggotaannya di EAEU dengan pengembangan kerjasa dengan Brussels selama Yerevan dapat menyeimbangkan kedua agenda itu.

Ia juga menjelaskan saatnya telah tiba bagi Armenia untuk membuat pilihan. Pilihan itu, katanya, akan dibuat warga Armenia tanpa campur tangan siapa pun. "Saya yakin rakyat Armenia akan membuat keputusan itu pada waktunya," kata Pashinyan.

Putin mengatakan Moskwa berharap kekuatan pro-Rusia diizinkan bersaing secara bebas dalam pemilihan parlemen Armenia, Juni 2026 mendatang. Ia merujuk pada miliarder Rusia-Armenia Samvel Karapetyan yang ditangkap tahu lalu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.