Di Tengah Konflik, Iran Izinkan Kapal Prancis dan Jepang Melintas Selat Hormuz
TEHERAN, REQNews - Di tengah ketegangan konflik kawasan, Iran memberikan sinyal pelonggaran dengan mengizinkan kapal milik perusahaan Barat melintasi Selat Hormuz. Langkah ini menjadi yang pertama sejak pecahnya perang pada akhir Februari lalu.
Sebuah kapal kontainer berbendera Malta milik perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, tercatat berhasil melewati jalur strategis tersebut pada Jumat 3 April 2026. Berdasarkan data pelacakan pelayaran, kapal tersebut berlayar di jalur yang berada dekat dengan pantai Oman, tepatnya di sisi perairan yang berlawanan dengan Iran. Hingga kini, belum diketahui jenis muatan yang dibawa kapal tersebut.
Selain kapal Prancis, satu kapal Jepang yang mengangkut gas alam juga dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz. Informasi ini dikonfirmasi oleh perusahaan pelayaran Jepang, Mitsui O.S.K. Lines.
Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut memastikan kondisi pelayaran berjalan aman. "Keselamatan kapal dan seluruh kru kapal telah dipastikan. Kami akan terus memprioritaskan keselamatan kru, kargo, dan kapal kami seiring berjalannya operasi," bunyi pernyataan MOL, seperti dikutip dari BBC, Sabtu 4 April 2026.
Sementara itu, laporan dari layanan intelijen maritim Lloyd’s List mengungkap bahwa sejumlah kapal yang melintas sehari sebelumnya memilih jalur sangat dekat dengan garis pantai Oman. Namun, belum ada kepastian apakah terdapat koordinasi antara Oman dan Iran terkait izin lintasan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya mampu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz jika diperlukan. Meski demikian, ia menyayangkan sikap negara-negara sekutu yang dinilai enggan memberikan dukungan militer.
“Dengan sedikit waktu, kami bisa dengan mudah membuka Selat Hormuz, mengambilnya dan mendapat kekayaan,” tulisnya di Truth Social.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
