REQNews.com

Baliho Film Aku Harus Mati Picu Kekhawatiran, Dinilai Bisa Memicu Bunuh Diri

News

Senin, 06 April 2026 - 13:47

Bunuh diri dengan senjata api (Foto:Istimewa)Bunuh diri dengan senjata api (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sejumlah baliho promosi film “Aku Harus Mati” diturunkan di beberapa titik karena dianggap menimbulkan keresahan, mengganggu kondisi psikologis warga, hingga dikhawatirkan dapat memicu ajakan bunuh diri.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons laporan masyarakat terkait keberadaan materi promosi tersebut di sejumlah wilayah Jakarta.

Ia menyebut telah menerima laporan dari jajaran terkait dan memastikan bahwa persoalan itu sudah dipantau secara langsung di lapangan.

"Yang pertama berkaitan dengan poster film 'Aku Harus Mati', saya sudah mendapatkan laporan dari Wakil Koordinator Staf Khusus dan juga oleh Kepala Dinas Diskominfotik," ujar Pramono, Senin 6 April 2026.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan berbagai pihak berwenang untuk menertibkan materi promosi yang menuai polemik tersebut.

Pencopotan reklame dilakukan secara langsung agar tidak semakin menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang melihatnya.

"Kemudian di lapangannya kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP dan termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan," ungkap Pramono.

Lebih jauh, Pramono mengingatkan pelaku industri kreatif dan biro iklan agar lebih berhati-hati dalam menampilkan konten visual di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa strategi promosi yang bersifat provokatif dan mengabaikan dampak sosial tidak akan ditoleransi.

"Tetapi yang prinsip adalah ini tidak boleh terulang kembali," ujar Pramono

"Yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali," sambungnya.

Sebelumnya, promosi film horor “Aku Harus Mati” sempat menuai perdebatan karena tampilan billboard-nya dianggap terlalu ekstrem.
Kementerian Kesehatan menyebut bahwa materi promosi film kontroversial di ruang publik, seperti Aku Harus Mati, berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri pada individu yang rentan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa media dan materi promosi memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu persoalan. Judul, visual, atau narasi yang menggambarkan bunuh diri sebagai jalan keluar dari penderitaan dapat menurunkan batas penolakan pada individu yang sedang dalam kondisi psikologis lemah.

"Paparan berulang terhadap pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut dapat menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsifitas, atau pengalaman traumatis," katanya di Jakarta, Senin.

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.