REQNews.com

Tinjau Lahan KAI di Tanah Abang, Maruarar Sirait Adu Argumen dengan Hercules

News

Selasa, 07 April 2026 - 15:00

Menteri PKP Maruarar dan Ketum GRIB Hercules berdebat terkait legalitas tanah di Tanah Abang. (Foto: IG Maruarar)Menteri PKP Maruarar dan Ketum GRIB Hercules berdebat terkait legalitas tanah di Tanah Abang. (Foto: IG Maruarar)

JAKARTA, REQNews - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melakukan peninjauan terhadap lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kunjungan tersebut diwarnai perdebatan antara dirinya dengan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, Rosario de Marshall.

Momen tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram resmi milik Maruarar. Sebelum turun ke lapangan, ia terlebih dahulu menggelar rapat bersama pihak KAI dan sejumlah pihak swasta untuk membahas rencana pembangunan rumah layak huni.

Dalam pertemuan itu, Maruarar sempat mempertanyakan status legalitas lahan yang berada di Tanah Abang tersebut. Perwakilan KAI kemudian menjelaskan bahwa lahan kosong tersebut merupakan aset milik perusahaan, namun saat ini diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat secara ilegal.

Usai rapat, Maruarar bersama rombongan meninjau langsung lokasi yang dimaksud. Dalam kunjungan tersebut, Hercules juga turut hadir di lokasi.

Di tengah peninjauan, Maruarar menegaskan tujuan pemerintah terkait pemanfaatan lahan tersebut.
"Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya," kata Maruarar kepada Hercules.

Menanggapi hal itu, Hercules memberikan pandangannya terkait status pengelolaan lahan, khususnya mengenai hak pengelolaan lahan (HPL). Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak keberatan jika memang kepemilikan lahan tersebut dapat dibuktikan secara sah.

"HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," jawab Hercules.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat, sekaligus menertibkan pemanfaatan aset negara agar sesuai dengan peruntukannya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.