Presiden Trump Ancam Penjarakan Wartawan yang Bocorkan Detail Misi Penyelamatan Pilot
Washington, REQNews.com -- Presiden AS Donald Trump mengancam akan memenjarakan jurnalis yang kali pertama melaporkan detail misi penyelamatan dua awak jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di Iran pekan lalu, kecuali wartawan itu mengungkap sumber informasinya.
"Kami akan mendatangi perusahaan media yang merilis berita itu dan akan mengatakan; Demi keamanan nasional, berikan sumbernya atau kalian masuk penjara," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers bersama pejabat tinggi pertahanan. "Orang yang membuat berita itu akan dipenjara jika tidak mengaku."
Trump mengatakan pemerintah berharap merahasiakan hilangnya awak pesawat kedua, untuk mencegah Iran menangkapnya. Namun, setelah beberapa media melaporkan satu awak masih hilang, Trump menuduh kebocoran itu memperingatakan militer Iran dan membahayakan nyawa anggota militer itu.
"Operasi ini menjadi lebih sulit karena ada pembocor informasi," katanya. "Tiba-tiba, seluruh Iran tahu ada pilot yang berada di suatu tempat di wilayah mereka, dan sedang berjuang untuk hidup."
Misi peyelamatan melibatkan armada besar yang terdiri dari 155 pesawat, termasuk empat pembom, 64 jet tempur, 48 pesawat tanker pengisi bahan bakar, dan 13 pesawat penyelamat khusus. Operasi ini juga melibatkan ratusan pasukan operasi khusus, termasuk komando Navy SEAL Team6, yang diterjunkan untuk mengevakuasi pilot.
Misi berhasil, tapi AS mengalami kerugian material luar biasa besar. Dua pesawat angkut hancur, dua helikopter Black Hawk rontok dirudal Iran. A-10 Wartho terkena tembakan tapi berhasil kembali ke Kuwait dan empat awaknya melontarkan diri.
Trump tidak menyebut media atau reporter yang menjadi target. Seorang pejabat Gedung Putih megatakan penyelidikan sedang berlangsung. Trump juga mengultimatum Iran, mengancam akan menghancurkan infrastruktur negara itu.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.