Menlu Iran Abbas Aragchi: AS akan Jadi Bodoh Jika Biarkan Israel Serang Lebanon
Tehran, REQNews.com -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragchi mengatakan AS akan tampak bodoh jika membiarkan Israel membahayakan gencatan senjata regional dengan melanjutkan serangan ke Lebanon.
"Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk Lebanon, akan mempercdpat PM Israel Banjamin Netanyahu masuk penjara," kata Menlu Aragchi.
Persidangan Netanyahu, kata Aragchi, akan dilanjutkan Minggu 11 April. Menurut Aragchi, Netanyahu punya motif tersembunyi untuk melanjutkan pertempuran.
"Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyau membunuh diplomasi, itu pilihan mereka," kata Aragchi. "Kami pikir akan bodoh bagi AS untuk melakukan itu, sedangkan kami siap untuk semua itu."
Sebelumnya, Wapres AS JD Vance memperingatakan Iran untuk tidak membiarkan gencatan senjata gagal karena masalah Lebanon. "Kami pikir akan bodoh jika Iran memilih menggagalkan gencatan senjata karena memilih Lebanon," kata Vance.
Sejak gencatan senjata diumumkan Selasa 7 April, perselisihan tentang apakah gencatan senjata berlaku untuk Lebanon menjadi ancaman besar.
Pejabat Iran dan media mengisyaratkan Tehran mungkin akan merespon secara militer jika Israel menyerang Lebanon, atau memblokir Selat Hormuz untuk memastikan gencatan senjata berlaku untuk Lebanon.
Trump, Kamis 9 April, meminta PM Netanyahu mengurangi operasinya di Lebanon. "Saya berbicara dengan Bibi, panggilan akrab Netanyau=hu, dan dia akan melakukannya secara diam-diam," kata Trump.
Vance juga mengatakan Israel setuju mengendalikan diri di Lebanon. Namun, setelah satu setengah hari berdarah dalam sejarah Lebanon, tampak tidak ada pengurangan serangan Israel. Jumlah korban tewas akibat bombardir Isarel melampaui 300 orang.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
