36 Persen Penduduk Enam Negara Eropa Melihat AS Sebagai Ancaman
Madrid, REQNews.com -- Sebagian besar penduduk di enam negara Eropa, salah satunya Spanyol, melihat Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman.
Politico, pihak yang memesan jajak pendapat ini, mengatakan persepsi ini terkait kebijakan Presiden Donald Trump. Jajak pendapat ini dilakukan European Pulse pada 13 sampai 21 Maret di Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Spanol, dengan setidaknya 1.000 orang dewasa dilibatkan di setiap negara.
Di Spanyol, 51 persen responden menggambarkan AS sebagai ancaman. Hanya 17 persen yang masih menganggap AS sebagai sekutu terdekat Spanyol dan negara-negara NATO.
Sejak menjabat kali kedua setahun lalu, Trump memberlakukan tarif kepada semua sekutu Eropa, berusaha mencaplok Greenland dari Denmark, dan mendesak anggota NATO membantunya menggempur Iran dan membahayakan stabilitas energi global.
Berbeda dengan Spanyol, hanya 13 persen penduduk Polandia yang memandang AS sebagai ancaman. Sedangkan 16 persen mengatakan tidak yakin bagaimana menilai AS.
Di Prancis dan Belgia, 43 dan 38 persen melihat Tiongkok sebagai ancaman. Ketika ditanya apakah mereka juga melihat AS sebagai ancaman, 37 dan 42 persen mengatakan ya.
Jika dihitung rata-rata, 36 persen responden di enam negara itu melihat AS sebagai ancaman, dibanding 29 persen untuk Tiongkok.
Survei ini dilakukan di tengah meningkatnya permusuhan di Timur Tengah, ketika AS dan Israel berupaya menggulingkan pemerintahan Iran melalui kampanye pengeboman. Tidak ada anggota NATO Eropa yang secara langsung bergabung dalam kampanye tersebut, tetapi Spanyol secara vokal menentangnya, menyebut operasi tersebut ilegal menurut hukum internasional dan menolak akses AS ke wilayah udaranya untuk serangan.
Awal pekan ini, Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk bernegosiasi berdasarkan proposal sepuluh poin dari Iran, yang berujung pada pengumuman gencatan senjata selama dua minggu. Namun, gencatan senjata yang rapuh ini telah terganggu oleh meningkatnya serangan Israel terhadap Lebanon.
Washington mengklaim tindakan-tindakan ini berada di luar cakupan gencatan senjata, tetapi para skeptis berpendapat bahwa Israel sengaja bertindak melawan tujuan AS untuk menggagalkan upaya perdamaian.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.