REQNews.com

Tragis, Gadis 15 Tahun di Semarang Jadi Korban Pembakaran oleh Paman

News

Wednesday, 22 April 2026 - 15:00

Ilustrasi Dibakar (Foto:Istimewa)Ilustrasi Dibakar (Foto:Istimewa)

SEMARANG, REQNews  — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali mencuat, menegaskan masih tingginya kerentanan kelompok tersebut, bahkan di lingkungan keluarga sendiri. Peristiwa terbaru terjadi di Semarang, di mana seorang remaja perempuan menjadi korban aksi brutal yang diduga dilakukan oleh kerabat dekatnya.

Insiden tersebut terjadi pada 18 April 2026 di kawasan Tambakmulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Korban berinisial T (15) mengalami luka bakar setelah diduga disiram bahan bakar dan dibakar oleh pamannya sendiri berinisial S (32), yang hingga kini masih dalam pengejaran aparat.

Peristiwa ini terungkap setelah pihak rumah sakit melaporkan adanya pasien dengan luka yang diduga akibat kekerasan. Dari laporan tersebut, kepolisian langsung bergerak melakukan penanganan serta memastikan korban mendapatkan perlindungan.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Agung Setiyo Budi, menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya sebatas penanganan awal. “Kehadiran polisi tidak hanya untuk respons cepat, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan,” ungkapnya pada 21 April 2026, menekankan komitmen aparat dalam mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Ia juga menyebut bahwa pihak kepolisian turut mendampingi keluarga korban dalam proses pelaporan resmi, mengingat keluarga sempat tidak langsung melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Utara, Heri Sumiarso, menjelaskan kronologi awal kejadian. Korban yang tinggal di Bandarharjo sebelumnya dititipkan orang tuanya ke rumah pelaku.

Menurutnya, insiden bermula saat pelaku meminta korban untuk mandi, namun permintaan itu ditolak sehingga memicu emosi. “Korban tidak mau, kemudian pelaku mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, disiramkan ke korban, lalu disulut dengan korek api,” tuturnya pada 21 April 2026, menjelaskan detail kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka bakar.

Teriakan korban saat kejadian mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya memadamkan api dan menolong korban. Setelah itu, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, area pinggang hingga pantat, serta lengan. “Tidak terlalu parah, tapi tetap ada luka bakar di beberapa bagian tubuh,” tuturnya, menggambarkan kondisi fisik korban setelah mendapat perawatan medis.

Setelah menjalani perawatan, kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah. Meski demikian, dampak psikologis masih dirasakan sehingga korban membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Pelaku masih kita cari. Motif juga masih dalam pendalaman,” imbuhnya, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap latar belakang tindakan tersebut.

Proses penyidikan sendiri menghadapi kendala karena keluarga korban belum sepenuhnya terbuka dalam memberikan keterangan. “Terdapat rasa takut. Ini kan pamannya sendiri, jadi ketika dimintai keterangan masih ragu-ragu,” bebernya.

Dengan korban yang masih di bawah umur, penanganan kasus ini mendapat perhatian khusus dari kepolisian, termasuk dalam aspek perlindungan dan pemulihan korban. “Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, kami pantau terus perkembangan lukanya,” jelasnya, memastikan bahwa kondisi korban terus diawasi secara berkala.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak, terutama di lingkungan keluarga. Aparat pun diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan menuntaskan perkara, sekaligus memberikan rasa aman bagi korban dan masyarakat luas.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.