Tak Paham Pemulihan Aset, Pengamat: Jaksa Agung Bisa Belajar ke Chuck Suryosumpeno
JAKARTA, REQnews - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku akan menindaklanjuti jaksa yang nakal dalam penanganan aset-aset orang yang terpidana korupsi, khususnya dalam pemulihan aset. Sayangnya, mantan Jamdatun ini belum memahami betul fungsi pemulihan aset sebenarnya.
Sebab, Burhanuddin menyatakan bahwa pemulihan aset itu adalah pemulihan aset untuk negara dan pemerintah. Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menyayangkan sikap Jaksa Agung yang belum belajar sepenuhnya soal rezim pemulihan aset.
"Pak JA (Jaksa Agung,red) harus tahu, bahwa pemulihan Aset itu “Fight for the Victims!”, jadi gak semata mata hanya untuk negara dan pemerintah saja," kata Yanuar di Jakarta, Jumat 29 November 2019.
Artinya, kata Yanuar, Jaksa Agung sejatinya menjelaskan rezim pemulihan Aset itu tidak cuma fokus pada pemulihan aset pemerintah atau negara. Karena yang menjadi korban bisa saja masyarakat biasa.
Semisal, jika perkara korupsi, korbannya adalah Negara, perkara penyalahgunaan narkoba korbannya adalah masyarakat dan kasus penipuan juga korbannya masyarakat. "Bisa dikatakan bahwa semua tindak pidana tersebut, maka yang namanya korban berhak mendapatkan pemulihan aset atas kasus yang ada. Tak cukup negara atau pemerintah semata," ujarnya.
Jika hanya berfokus pada negara dan pemerintah, penegakan hukum di kejaksaan tidak optimal. "Kehadiran kejaksaan itu adalah melaksanakan prinsip good governance. Pemulihan aset inilah instrumen yang pas untuk penegakan hukum di Indonesia. Jadi aset hasil pidana ya harus kembali ke para korbannya, baik itu negara, bahkan masyarakat sekalipun," kata dia.
Karena ketidaktahuan Jaksa Agung memahami pemulihan aset, Yanuar pun menyarankan Burhanuddin untuk brainstorming alias belajar banyak pada Chuck Suryosumpeno. "Alangkah baiknya pak JA belajar ke Chuck Suryosumpeno, yang jadi korban kriminalisasi atas ketidaktahuan oknum-oknum pejabat Kejagung tentang rezim pemulihan aset," katanya.
Redaktur : Safwan Hadi Rachman
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.