Suriah Akan Adili Tokoh-tokoh Terkemuka era Rezim Bashar Assad
Damaskus, REQNews.com -- Kementerian Kehakiman Suriah menyatakan akan menyidangkan tokoh-tokoh terkemuka rezim terguling Bashar Assad.
Dalam unggahan di X, Kementerian Kehakiman Suriah mengatakan proses hukum akan dimulai dengan kasus-kasus yang terkait Daraa, tempat gerakan protes yang berkembang menjadi perang saudara, dan menyebut langkah ini sebagai kunci menuju akuntabilitas.
Di Daraa rezim Bashar Assad menangkap dan diduga menyiksa 15 mahasiswa yang dituduh menulis slogan-slogan anti-rezim di tengah Musim Semi Arab. Demonstran berubah menjadi kekerasan ketika pasukan keamanan memberondong demonstran, yang meningkat menjadi pemberontakan nasional, dan Perang Saudara selama 13 tahun yang menewaskan lebih 500 ribu orang.
Gencatan senjata yang ditengahi oleh Moskow dan Ankara pada tahun 2020 mengakhiri pertempuran besar selama hampir empat tahun. Akhir tahun 2024, koalisi pemberontak yang dipimpin oleh kelompok jihadis Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah cabang Al-Qaeda, melancarkan serangan cepat selama 11 hari yang menggulingkan Assad, dan mendirikan pemerintahan transisi di bawah pimpinan HTS Ahmed al-Sharaa. Sejak saat itu, Al-Sharaa berusaha menegaskan kembli kendali tas negara yang terpecah oleh perang dan intervensi asing, termasuk AS.
Pemerintahan baru telah menangkap sejumlah pejabat era Assad yang dituduh melakukan kejahatan terhadap warga sipil selama perang saudara dan berjanji mengadili mereka sebagai bagian dari upaya menyatukan negara dan memulihkan kepercayaan publik.
"Pengadilan Pidana di Damaskus sedang mempersiapkan momen yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para korban: dimulainya persidangan publik minggu depan untuk para kaki tangan dan penjahat rezim [Assad] yang telah tumbang," kata Menteri Kehakiman Suriah Mazhar al-Wais di X pada hari Sabtu.
Ia melanjutkan; "Persidangan pertama untuk para kaki tangan rezim yang runtuh akan berfokus pada peristiwa Daraa, tempat lahirnya revolusi. Keadilan menuntut agar tempat itu juga berfungsi sebagai landasan bagi jalan menuju keadilan transisional.”
Laporan media yang mengutip pejabat mengatakan persidangan akan dimulai pada hari Minggu dengan Atif Najib, sepupu Assad dan mantan kepala keamanan politik di Daraa yang secara luas disalahkan atas tindakan keras yang memicu perang saudara, duduk di kursi pesakitan.
Proses persidangan juga diperkirakan akan mencakup Wassim al-Assad, sepupu Assad lainnya yang dituduh melakukan perdagangan narkoba dan memimpin kelompok paramiliter yang terkait dengan pembunuhan di luar hukum dan penindasan terhadap demonstran, dan Amjad Youssef -- mantan mayor intelijen militer yang dituduh mengawasi eksekusi 288 warga sipil di distrik Tadamon Damaskus pada tahun 2013.
Al-Wais mengatakan proses persidangan akan menjadi landasan keadilan transisional di “Suriah Baru.” Laporan media yang mengutip aktivis Suriah menunjukkan bahwa persidangan dapat bersifat terbuka dan dihadiri oleh pengamat hukum internasional dan diplomat untuk memastikan transparansi, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.