REQNews.com

Kode 8647 Berujung Dakwaan, Eks Direktur FBI Dituduh Ancam Nyawa Donald Trump

News

Wednesday, 29 April 2026 - 10:00

James Comey (Foto:Wikipedia)James Comey (Foto:Wikipedia)

WASHINGTON, REQNews – Mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), James Comey, kembali berurusan dengan hukum setelah didakwa terkait dugaan ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dakwaan ini berkaitan dengan unggahan di media sosial yang dibuat Comey pada tahun lalu.

Dalam dokumen resmi yang dirilis otoritas hukum AS, disebutkan bahwa tindakan Comey dinilai sebagai ancaman serius terhadap kepala negara. “Pada atau sekitar tanggal 15 Mei 2025, di Distrik Timur, Carolina Utara, tersangka, James Brien Comey Jr, dengan sadar dan sengaja membuat ancaman untuk merenggut nyawa dan melukai Presiden Amerika Serikat,” bunyi dokumen dakwaan tersebut, sebagaimana dikutip Rabu 29 April 2026.

Perkara ini bermula dari unggahan Comey yang menampilkan susunan kerang membentuk angka “8647”. Simbol tersebut kemudian ditafsirkan memiliki makna tersembunyi. Angka “86” dalam bahasa slang diartikan sebagai tindakan menghabisi nyawa, sementara “47” merujuk pada posisi presiden ke-47 yang saat ini dijabat Trump.

Tak hanya itu, dakwaan juga mencakup tuduhan bahwa Comey menyampaikan ancaman yang berkaitan dengan aktivitas lintas negara bagian, sehingga masuk dalam ranah hukum federal.

Kasus ini menjadi dakwaan kedua yang dihadapi Comey. Sebelumnya, pada September 2025, Departemen Kehakiman AS menjeratnya dengan tuduhan memberikan keterangan palsu serta menghambat proses hukum, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Namun, Comey membantah seluruh tuduhan tersebut dalam persidangan yang berlangsung pada Oktober.

Perkembangan berikutnya, dakwaan tersebut sempat dicabut sebulan kemudian lantaran adanya persoalan hukum dalam penunjukan jaksa yang menangani perkara itu.

Meski sempat terbebas dari jerat hukum, Comey mengaku tidak sepenuhnya lega. Ia menyampaikan apresiasi atas pencabutan dakwaan sebelumnya, namun tetap meyakini bahwa proses hukum terhadap dirinya belum benar-benar berakhir, terutama di tengah dinamika politik yang masih berlangsung di Amerika Serikat.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.