REQNews.com

Friendster Hidup Lagi, Pengguna iPhone di RI Kini Bisa Mengakses

News

Wednesday, 29 April 2026 - 16:30

Seorang pelanggan memegang Apple iPhone 13 pro warna hijau baru tak lama setelah mulai dijual di dalam Apple Store di 5th Avenue di Manhattan di New York CitySeorang pelanggan memegang Apple iPhone 13 pro warna hijau baru tak lama setelah mulai dijual di dalam Apple Store di 5th Avenue di Manhattan di New York City

JAKARTA, REQnews - Platform media sosial lawas Friendster kembali hadir setelah bertahun-tahun sempat menutup layanannya. Jejaring sosial yang populer pada era 2000-an itu kini resmi comeback dan sudah bisa diunduh oleh pengguna iPhone melalui aplikasi khusus iOS.

Kembalinya Friendster ini digagas oleh Mike Carson, seorang programmer komputer asal Philadelphia. Dalam unggahan blognya pada Senin 27 April 2026, Carson mengungkapkan bahwa ia telah membeli domain Friendster sekaligus mengamankan hak merek dagangnya pada tahun lalu.

Carson sendiri dikenal membangun karier lewat bisnis SaaS mandiri, seperti layanan pemesanan nama domain Park.io, serta investasi di pasar domain. Dari koneksi itulah ia akhirnya bisa mengakuisisi Friendster.

Ia mengatakan mulai menyadari bahwa Friendster.com aktif kembali pada Oktober 2023 setelah delapan tahun tidak beroperasi. Dari sana, ia menelusuri pemilik domain tersebut melalui data WHOIS dan menemukan bahwa pemiliknya merupakan salah satu pelanggan Park.io.

"Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email," kata Carson.

Setelah mengetahui pemiliknya, Carson lalu melakukan negosiasi. Ia menyebut pemilik sebelumnya membeli domain Friendster dengan harga kurang dari US$8.000 dan hanya memanfaatkannya untuk menampilkan iklan.

Untuk mengambil alih domain tersebut, Carson mengaku memberikan US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin ditambah sebuah domain lain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan.

"Kami mencapai kesepakatan di mana saya memberinya US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin dan sebuah domain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan, dan dia memberi saya domain Friendster.com," tambah Carson.

Di masa kejayaannya, Friendster pernah memiliki lebih dari 115 juta pengguna terdaftar. Sebagian besar penggunanya berasal dari kawasan Asia-Pasifik, terutama setelah popularitasnya di Amerika Serikat tergeser oleh platform lain seperti MySpace dan Facebook.

Pada 2009, Friendster diakuisisi oleh perusahaan layanan pembayaran asal Malaysia, MOL Global, dalam transaksi yang dilaporkan bernilai US$26,4 juta. Saat itu, fokus layanan Friendster memang semakin mengarah ke pasar Asia-Pasifik.

Carson pun memiliki visi tersendiri dalam menghidupkan kembali Friendster. Ia ingin menjadikannya sebagai ruang digital yang lebih positif dan menyenangkan bagi pengguna, berbeda dengan banyak media sosial saat ini yang menurutnya kerap memunculkan hal negatif.

"Hari ini saya merasa bahwa jejaring sosial memicu banyak hal negatif, tapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman yang sangat positif dan menyenangkan," tulis Carson.

"Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang akan dinikmati dan dianggap berguna oleh orang-orang," tambahnya.

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.