REQNews.com

Pentagon Ingin Uji Rudal Hipersonik Dark Eagle Melawan Iran

News

Jumat, 01 Mei 2026 - 07:21

Foto: 10FortyFiveFoto: 10FortyFive

Washington, REQNews.com -- Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta agar Dark Eagle, rudal hipersonik yang dikembangkan sejak 2018 dan tertunda untuk diuji tembak, dikerahkan ke Timur Tengah untuk digunakan melawan Iran.

Bloomberg, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, memberitakan Dark Eagle dikenal sebagai Sejata Hipersonik Jarak Jauh (LRHW). Senjata ini dikembangkan dengan investasi 12 miliar dolar untuk mengejar ketertinggalan AS dari Rusia dan Tiongkok. Setelah serangkaian uji coba yang tertunda, Dark Eagle belum dinyatakan sepenuhnya beroperasi.

Permintaan untuk pengerahan LRHW didasarkan pada laporan intelijen yang menunjukkan bahwa Iran memindahkan peluncur rudal balistiknya keluar dari jangkauan Rudal Serangan Presisi (PrSM), kata seseorang yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah tersebut. Belum ada keputusan yang dibuat mengenai permintaan tersebut, menurut sumber tersebut.

PrSM, rudal balistik jarak pendek hingga menengah yang direncanakan untuk menggantikan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) yang sudah tua, juga dikerahkan melawan Iran tanpa melalui prosedur pengujian yang semestinya. Rudal balistik tersebut digunakan secara luas selama konflik, dengan sebuah unit Angkatan Darat AS yang dilengkapi dengan amunisi baru itu telah menghabiskan seluruh persediaan PrSM-nya.

Meskipun militer AS masih memiliki beberapa rudal PrSM dalam persediaan, pasokan itu mungkin tidak mencukupi jika konflik dengan Iran kembali berkobar. Pentagon telah memesan 130 unit sebelum tahun fiskal 2024 dan 250 unit lagi pada tahun 2025, tetapi masih belum jelas berapa banyak amunisi yang telah dikirim.

Rudal itu menjadi sumber kontroversi selama serangan AS-Israel terhadap Iran, dengan PrSM diyakini terlibat dalam setidaknya satu insiden yang menimbulkan banyak korban jiwa. Menurut New York Times, rudal PrSM kemungkinan digunakan dalam serangan 28 Februari terhadap sebuah sekolah dan aula olahraga di kota Lamerd, Iran selatan, yang menewaskan sedikitnya 21 orang.

Pentagon membantah keterlibatannya, bersikeras bahwa mereka tidak menargetkan situs mana pun di Lamerd pada hari itu, dan mengklaim bahwa amunisi yang terlihat dalam rekaman serangan itu adalah rudal jelajah Hoveyzeh buatan Iran. Namun, NYT kembali menegaskan penilaian awalnya awal bulan ini, mengutip para ahli yang mengatakan bahwa amunisi tersebut tampak seperti PrSM dan tidak memiliki ciri-ciri proyektil buatan Iran tersebut.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.