REQNews.com

Bareskrim Ungkap Sindikat Haji Ilegal Visa Tenaga Kerja, Beraksi 127 Kali Sejak 2024

News

Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:01

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni (Foto: Hastina/REQnews)Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Bareskrim Polri yang tergabung dalam Satgas Haji tengah mendalami praktik sindikat pemberangkatan haji ilegal yang diduga telah melakukan pemberangkatan sebanyak 127 kali sejak tahun 2024. 

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni menyebut bahwa pengungkapan dilakukan berdasarkan hasil kerja sama dengan pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. 

Irhamni mengatakan bahwa Sub-Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Haji telah memeriksa sebanyak delapan orang yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. 

"Kami telah melakukan pemeriksaan pada tanggal 18 April kemarin, delapan orang patut diduga melaksanakan kegiatan haji ilegal. Mereka sudah 127 kali sejak awal 2024 memberangkatkan kegiatan haji ilegal," kata Irhamni dikutip pada Savtu 2 Mei 2026. 

Jenderal bintang satu Polri itu memastikan bahwa delapan orang yang diperiksa di Indonesia tersebut, berbeda dengan kasus tiga WNI yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Makkah. Ia menyebut bahwa keberangkatan sindikat ini digagalkan sebelum meninggalkan Indonesia. 

Ia menyebut sindikat ini mengincar masyarakat Indonesia dengan iming-iming keberangkatan haji instan dengan memanipulasi dokumen perjalanan menggunakan visa tenaga kerja. 

"Mereka merekrut masyarakat untuk diberangkatkan haji ilegal, mengatasnamakan dengan visa tenaga kerja. Padahal niatnya adalah untuk ibadah haji tahun ini," kata dia. 

Bareskrim menemukan adanya bukti kuat bahwa mereka memanipulasi visa. Bukti tersebut ditemukan petugas ketika melakukan pemeriksaan alat komunikasi para pelaku dan jemaah. 

"Kami temukan alat bukti, memang administrasinya tenaga kerja, akan tetapi di dalam percakapan di handphone mereka, kami temukan bahwa mereka niatnya adalah untuk ibadah haji," katanya. 

Pihaknya saat ini juga tengah melakukan pengejaran terhadap aktor intelektual atau agen yang menjadi otak di balik manipulasi visa tersebut, termasuk perusahaannya. 

"Ada salah seorang agennya itu menjadi otak yang menyediakan administrasi ataupun menyiapkan visa. Kami akan mengejar siapa-siapa yang terlibat menyiapkan visa ataupun administrasi untuk memanipulasi keberangkatan mereka, sebenarnya mereka itu adalah untuk ibadah haji," kata Irhamni. 

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran haji cepat yang sering masuk ke forum-forum pengajian. Karena menurutnya, mustahil ada jalur haji resmi yang bisa berangkat di tahun yang sama dengan tahun pendaftaran tanpa antrean bertahun-tahun. 

"Biasanya peserta ataupun anggota pengajian kemudian diajak ataupun mendaftarkan diri sebagai jemaah haji. Tentunya kalau normal itu harus antre beberapa tahun, akan tetapi biasanya kan diiming-imingi tahun ini daftarnya tahun ini," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.