Perang AS/Israel vs Iran Berakhir, Kapal Induk USS Gerald R Ford Tinggalkan Timur Tengah
Washington, REQNews.com -- Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Iran berakhir karena gencatan senjata yang dimulai awal April 2026. Di medan tempur, kapal induk USS Gerald R Ford meninggalkan Timur Tengah, dan AS hanya menyisakan dua kapal perang di wilayah itu.
Al Arabiya memberitakan pendapat bahwa perang telah berakhir adalah interpretasi yang memungkinkan Gedung Putih menghindari kebutuhan untuk meminta persetujuan Kongres. Pendapat ini juga memperkuat argumen Menteri Pertahanan Pete Hegseth di Senat ketika dia mengatakan gencatan senjata secara efektif mengakhiri perang.
Berdasarkan alasan itu, pemerintah Trup belum memenuhi persyaratan yang diamanatkan UU 1973 untuk meminta persetujuan resmi Kongres untuk tindakan militer yang berangsung lebih 60 hari.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan untuk tujuan UU itu permusuhan yang dimulai 28 Februari telah berakhir. Militer AS dan Iran, katanya, belum lagi saling baku tembak, sejak gencatan sejata yang dimulai 7 April.
Meski gencatan senjata diperpanjang, Iran mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan AS memperpanjang blokade untuk mencegah kapal tanker minyak Iran keluar dari pelabuhan.
Di medan tempur, USS Gerald R Ford meninggalkan Timur Tengah setelah berpartisipasi dalam operasi melawan Iran. Seorang pejabat AS mengatakan USS Gerald R Ford berada di wilayah tanggung jawab Komando Eropa AS, dan jumlah kapal Angkatan Laut AS yang tersisa di Timur Tengah adalah 20, termasuk kapal induk USS Abraham Lincolm dan USS George H.W. Bush.
USS Gerald R Ford berada di laut selama 10 bulan, berpartisipasi dalam operasi di Karibia dengan menyerang kapal-kapal yang diduga menyelundup narkoba, mencegat tanker yang dikenai sanksi, dan menangkap presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kebakaran terjadi di ruang cuci di atas kapal induk pada 12 Maret, melukai dua pelaut dan menyebabkan kerusakan besar pada sekitar 100 tempat tidur, menurut militer AS.
Kapal induk itu juga mengalami masalah signifikan dengan sistem toiletnya saat berada di laut, dengan media AS melaporkan penyumbatan dan antrean panjang untuk toilet di kapal tersebut.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.