Kasus Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Naik Penyidikan, 31 Saksi Diperiksa
JAKARTA, REQNews – Penanganan kasus kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, terus berlanjut. Perkara tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan setelah sebelumnya dilakukan serangkaian penyelidikan awal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa hingga kini penyidik telah memeriksa puluhan orang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu 3 Mei 2026, seraya memaparkan komposisi saksi yang berasal dari berbagai unsur di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, penanganan perkara kini ditangani oleh Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Berbagai langkah telah dilakukan untuk memperkuat proses pembuktian.
"Hingga saat ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," ungkapnya.
Selain itu, kepolisian juga berencana memperluas pemeriksaan dengan melibatkan sejumlah instansi dan pihak terkait lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk melengkapi konstruksi perkara secara menyeluruh.
Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Senin 27 April 2026 malam itu menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi awal, insiden bermula dari sebuah taksi yang mengalami gangguan kelistrikan hingga berhenti di perlintasan sebidang. Dalam kondisi tersebut, kendaraan kemudian tertabrak KRL yang sedang melintas.
Benturan pertama membuat rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti di area stasiun. Namun situasi semakin memburuk ketika kereta tersebut kembali tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama.
Akibat tabrakan beruntun itu, bagian belakang rangkaian kereta mengalami kerusakan berat, termasuk gerbong khusus perempuan yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Saat ini, penyidik masih menyusun rangkaian peristiwa secara utuh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.