REQNews.com

Menteri Israel Rayakan Ulang Tahun dengan Kue Berbentuk Tali Gantung

News

Monday, 04 May 2026 - 20:00

Ilustrasi gantung diriIlustrasi gantung diri

JAKARTA, REQnews - Perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kontroversi setelah sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan dirinya menerima kue unik berbentuk tali hukuman gantung. Kue berwarna emas tersebut merupakan pemberian dari sang istri dan dihiasi tulisan “Selamat Ulang Tahun” serta kalimat “Terkadang mimpi menjadi kenyataan” dalam bahasa Ibrani.

Sorotan publik terhadap kue tersebut bukan tanpa alasan. Bentuk tali gantung diketahui menjadi simbol khas partai sayap kanan yang dipimpin Ben-Gvir, terutama saat mereka mengampanyekan hukuman mati bagi warga Palestina. Bahkan, sejumlah politisi dari Partai Otzma Yehudit kerap mengenakan pin berbentuk serupa ketika menghadiri sidang di parlemen Knesset.

Kontroversi ini semakin menguat karena sebelumnya, pada akhir Maret, Knesset telah mengesahkan hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti melakukan aksi terorisme. Metode eksekusi yang ditetapkan adalah dengan cara digantung.

Padahal, Israel sendiri telah menghapus hukuman mati untuk kejahatan umum sejak tahun 1954 dan terakhir kali melakukan eksekusi pada 1962. Kebijakan baru tersebut pun menuai kecaman luas dari berbagai pihak.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia (HAM) serta para pemimpin dunia mengkritik undang-undang tersebut karena dinilai diskriminatif, lantaran hanya diberlakukan bagi warga Palestina. Bahkan sebelum pengesahan, para menteri luar negeri dari Australia, Jerman, Prancis, Italia, Selandia Baru, dan Inggris telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti potensi kerusakan terhadap komitmen Israel terhadap “prinsip-prinsip demokrasi.”

Saat aturan itu resmi disahkan, Ben-Gvir dikabarkan merayakannya dengan membuka sebotol sampanye, diiringi sorakan para anggota parlemen yang hadir.

Di sisi lain, perayaan ulang tahun dengan kue simbolik tersebut juga menuai kritik karena terjadi di tengah meningkatnya angka kekerasan di Israel. Berdasarkan laporan media Haaretz, jumlah korban tewas tahun ini mencapai 111 orang, dengan 95 di antaranya merupakan warga Arab.

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.