REQNews.com

Elon Musk: Tahun Depan AI Berpotensi Lebih Cerdas dari Manusia

News

Monday, 04 May 2026 - 22:30

Elon MuskElon Musk

JAKARTA, REQnews - Elon Musk menyatakan bahwa pada 2027, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpeluang melampaui manusia, setidaknya dalam aspek kecerdasan. Ia menyampaikan hal itu saat hari pertama persidangan gugatan yang diajukannya terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman. Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan global soal siapa yang berhak mengendalikan perkembangan AI yang kian pesat serta bagaimana regulasinya.

Dalam sidang di Pengadilan Distrik AS di Oakland, Musk menilai laju perkembangan AI jauh melampaui perkiraan banyak pihak. Ia menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan AI memiliki nilai seperti kejujuran dan integritas sebelum melampaui manusia. Ia mengibaratkan AI layaknya anak yang terus berkembang. 

“Ketika anak itu sudah dewasa, Anda tidak bisa lagi mengendalikannya,” ujarnya, mengutip Newsweek.

Gugatan ini juga menyoroti arah perubahan OpenAI. Musk menuding Altman, Greg Brockman, serta Microsoft telah menjauh dari misi awal OpenAI sebagai organisasi nirlaba. Menurutnya, kedekatan dengan Microsoft dan orientasi komersial membuat OpenAI berubah menjadi entitas yang pada praktiknya berfokus pada keuntungan.

Padahal, kata Musk, OpenAI awalnya didirikan sebagai penyeimbang perusahaan teknologi besar yang berorientasi profit. Model keuntungan terbatas kala itu hanya dimaksudkan untuk mendukung pendanaan riset, dengan tujuan utama mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia.

Pengacara Musk, Steven Molo, menyatakan kliennya ingin mengembalikan OpenAI ke prinsip semula sebagai organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan AI yang aman dan terbuka. Gugatan tersebut juga menuntut ganti rugi lebih dari 134 miliar dolar AS, yang disebut akan dialokasikan untuk organisasi nirlaba OpenAI, bukan untuk kepentingan pribadi Musk.

Kasus ini dinilai memiliki dampak besar, baik dari sisi finansial maupun reputasi. Selain berpotensi memengaruhi rencana penawaran saham perdana (IPO), sejumlah pakar menilai putusan pengadilan bisa mendorong perubahan struktur organisasi OpenAI, termasuk kemungkinan pergantian kepemimpinan atau model bisnis.

Sejarah hubungan Musk dan OpenAI turut menjadi sorotan. Bersama Altman dan sejumlah tokoh Silicon Valley, Musk ikut mendirikan OpenAI pada 2015 sebagai organisasi nirlaba. Namun, ia hengkang pada 2018 akibat perbedaan pandangan dan menghentikan pendanaan. Setelah itu, OpenAI berkembang pesat, meluncurkan ChatGPT, serta mengadopsi model bisnis hibrida dengan dukungan investasi besar dari Microsoft.

Ketegangan antara Musk dan Altman memuncak sejak 2023, dengan Musk berulang kali mengkritik arah perusahaan. Ia bahkan menyebut OpenAI telah beralih dari organisasi open-source menjadi perusahaan tertutup yang berorientasi profit. Pada 2024, ia resmi menggugat OpenAI, Altman, Brockman, dan Microsoft sebagai tergugat, serta meminta agar Altman dan Brockman dicopot dari jabatan mereka.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.