Ayah di Tulang Bawang Barat Tikam Anaknya Berusia 10 Tahun, Delapan Kali
TULANG BAWANG BARAT, REQNews - Peristiwa kekerasan dalam keluarga terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, ketika seorang ayah berinisial RY (32) tega menikam anak kandungnya, ARP (10), hingga mengalami luka serius. Korban diketahui mengalami delapan luka tusukan dan kini dalam kondisi kritis.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni mengungkapkan, aksi tersebut dipicu kondisi pelaku yang tengah mengalami halusinasi setelah mengonsumsi narkotika jenis sabu.
“Jadi pelaku selesai mengonsumsi sabu, dia pulang dan merasa bahwa korban bukan anak kandung dia, maka dia melakukan penganiayaan tersebut,” kata Sendi Antoni, Senin 4 Mei 2026.
Peristiwa penikaman itu terjadi pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, korban tengah berada di dalam rumah dan sedang menonton televisi sepulang sekolah.
“Pelaku ini pulang ke rumah melihat korban makan di depan televisi karena baru pulang sekolah. Sesaat kemudian, pelaku langsung mendekati korban dan menghujani dengan pisau,” ujarnya.
Tanpa peringatan, pelaku langsung menyerang korban secara brutal. Tusukan mengenai bagian perut hingga punggung korban sebanyak delapan kali, hingga membuat korban tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri usai melakukan aksinya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku mengalami halusinasi berat setelah menggunakan sabu. Selain itu, pelaku juga dilaporkan diliputi rasa cemburu terhadap istrinya, yang turut memengaruhi kondisi psikologisnya saat kejadian.
“Pelaku ini berhalusinasi, dia baru saja mengonsumsi sabu. Jadi ada kecemburuan dengan istrinya dan saat melihat korban dia merasa bukan anak kandungnya hingga akhirnya terjadi penganiayaan,” jelasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, sementara korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.