WHO Telusuri 80 Penumpang Pesawat Terkait Kasus Hantavirus
JAKARTA, REQnews - Pelacakan kasus hantavirus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini diperluas, tidak lagi hanya berfokus pada kapal pesiar MV Hondius. Otoritas kesehatan global itu juga menelusuri lebih dari 80 orang yang berada dalam satu penerbangan bersama salah satu korban meninggal.
Dikutip dari AFP, Rabu 6 Mei 2026, penerbangan tersebut merupakan rute dari Pulau Saint Helena wilayah Inggris di Samudera Atlantik menuju Johannesburg, Afrika Selatan, pada 25 April 2026. Pesawat milik maskapai Airlink itu mengangkut 82 penumpang dan 6 awak kabin.
Salah satu penumpang dalam penerbangan itu adalah seorang wanita asal Belanda yang berada dalam kondisi kritis. Sebelumnya, sang suami telah lebih dulu meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius, yang kemudian diketahui disebabkan oleh hantavirus.
WHO menyebutkan bahwa kondisi wanita tersebut "terus memburuk selama penerbangan ke Johannesburg". Sehari sebelum penerbangan, tepatnya 24 April, ia turun dari kapal pesiar di Saint Helena dengan keluhan gejala gangguan pencernaan (gastrointestinal).
Meski sempat melanjutkan perjalanan keesokan harinya, nyawanya tidak tertolong. Wanita tersebut meninggal dunia setelah tiba di unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Johannesburg pada 26 April.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
