REQNews.com

Militer Israel Selidiki Dugaan Pelecehan Patung Bunda Maria oleh Prajuritnya

News

Thursday, 07 May 2026 - 10:02

Foto: Facebook/The New ArabFoto: Facebook/The New Arab

TEL AVIV, REQNews Militer Israel mengklaim telah melakukan penyelidikan terkait viralnya video yang memperlihatkan seorang tentara Israel diduga melecehkan patung Bunda Maria di Lebanon.

Insiden tersebut menjadi sorotan luas setelah rekaman videonya menyebar di media sosial dan memicu kecaman dari komunitas Kristen internasional. Dalam video yang dilaporkan stasiun televisi Israel KAN, tampak seorang personel militer Israel sedang merokok sebelum meletakkan rokok di mulut patung Bunda Maria.

KAN melaporkan video itu diduga direkam sekaligus diunggah oleh tentara Israel yang berada di lokasi kejadian.

Pihak militer Israel disebut telah mengakui keterlibatan personelnya dalam insiden tersebut. Otoritas militer kini tengah mendalami kasus itu melalui penyelidikan internal.

Kasus ini kembali menyoroti hubungan aparat Israel dengan simbol dan situs keagamaan Kristen, khususnya di wilayah Lebanon Selatan yang mayoritas dihuni warga Kristen.

Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penistaan simbol agama dan mendesak adanya tindakan tegas terhadap pelaku.

Peristiwa itu juga mengingatkan publik pada insiden sebelumnya ketika seorang tentara Israel dilaporkan merusak patung Yesus Kristus di Lebanon. Dalam kasus tersebut, pelaku akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan.

Selain kasus di Lebanon, ketegangan terkait tempat ibadah Kristen juga pernah terjadi di Yerusalem Timur. Polisi Israel sempat disebut menghalangi Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, menuju Gereja Makam Suci saat perayaan Paskah.

Berbagai insiden lain yang melibatkan tentara maupun warga Israel terhadap gereja dan pemuka agama Kristen di Yerusalem juga beberapa kali terekam dan beredar di publik, termasuk aksi meludahi gereja dan pendeta.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.