REQNews.com

Wisatawan Ngeseks di Tuk Tuk, Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing

News

Kamis, 07 Mei 2026 - 09:37

Foto: cebudailynews.inquirer.netFoto: cebudailynews.inquirer.net

Bangkok, REQNews.com -- Thailand, Rabu 6 Mei, memperketat pengawasan wisatawan asing menyusul insiden turis asing ngeseks di atas tuk-tuk, kendaraan umum seperti bajaj di Indonesia.

Insiden terjadi Senin 4 Mei di Phuket, pulau di selatan Thailand, melibatkan pria Spanyol berusia 41 tahun dan wanita Peru berusia 43 tahun. Pemerintah Thailand mendeportasi dan memasukan keduanya ke dalam daftar hitam.

Pasangan itu mengakui perbuatannya, dan didakwa berdasarkan UU tentang perbuatan tidak senonoh di tempat umum. Telanjang dan tindakan seksual di tempat umum dapat didenda 5.000 bath, atau Rp 2.600.000.

Pemeritah Thailand mengatakan penertiban terhadap wisatawan ngeseks di tempat umum dimaksudkan melindungi nilai-nilai budaya Thailand yang indah.

Perekonomian Thailand sangat tergantung sektor pariwisata. Setelah mengalami penurunan akibat Covid-19, jumlah turis asing yang berkunjung ke Thailand belum mencapai level tertinggi seperti sebelum pandemi.

Namun, Thailand menghadapi persoalan perilaku wisatawan, termasuk penggunaan narkoba ilegal. Pemerintah Thailand berjanji memperketat pengawasan terhadap wisatawan.

Meski memiliki reputasi sebagai tujuan wisata seks, sebagian besar penduduk Thailand adalah masyarakat konservatif secara sosial. Di negara ini, menunjukan kemesraan di tempat umum tidak disukai.

Namun negara ini juga mendekriminalisasi ganja pada tahun 2022 dan populer di kalangan backpacker dan wisatawan muda karena pesta pantai yang meriah.

Bulan lalu, pasangan Prancis ditangkap dan dideportasi setelah rekaman mereka berhubungan seks di pantai Phuket tersebar luas secara online, menurut media lokal.

Pasangan lain dari Prancis masuk daftar hitam dan visa mereka dicabut setelah video pasangan tersebut berhubungan seks di dalam tuk-tuk di Phuket awal tahun ini memicu kemarahan online.

Pemerintah Thailand memperkirakan akan menerima sekitar 33,5 juta wisatawan asing tahun ini, naik dari hampir 33 juta pengunjung pada tahun 2025.

Jumlah total kedatangan wisatawan turun tujuh persen pada bulan April dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, dengan jumlah pengunjung dari Eropa menurun hampir 16 persen pada bulan tersebut, menurut data Kementerian Pariwisata.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.