Hantavirus Disebut Lebih Mematikan dari Covid-19, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
JAKARTA, REQNews – Wabah hantavirus yang kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus di kapal pesiar MV Hondius disebut memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibanding Covid-19.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), jenis hantavirus yang menyerang paru-paru, memiliki fatalitas sekitar 38 hingga 50 persen. Angka itu jauh di atas Covid-19 yang pada awal pandemi memiliki tingkat kematian global sekitar 2 sampai 3 persen.
Peneliti dari jurnal ilmiah Emerging Infectious Diseases milik CDC Amerika Serikat bahkan menegaskan bahwa “HPS is much more lethal,” dikutip Kamis 7 Mei 2026.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus.
Gejala awal penyakit ini mirip flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh lemas. Namun pada kasus berat, pasien dapat mengalami sesak napas serius akibat paru-paru terisi cairan.
Selain menyerang paru-paru, hantavirus juga dapat memicu gangguan ginjal hingga perdarahan akut.
Meski lebih mematikan, WHO menegaskan hantavirus tidak menyebar semudah Covid-19 karena sebagian besar kasus berasal dari paparan hewan pengerat, bukan penularan antarmanusia.
Hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk hantavirus. Karena itu, masyarakat diminta waspada saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus seperti gudang, loteng, dan bangunan kosong.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.