REQNews.com

Dukono Belum Tenang, Dua Gundukan Pasir Diduga Menyimpan Nasib Pendaki yang Hilang

News

Sunday, 10 May 2026 - 17:00

Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara: 7 Pendaki Singapura Ditemukan Selamat, 2 Pendaki WNA Lainnya Masih dalam Pencarian. (Foto: BNPB)Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara: 7 Pendaki Singapura Ditemukan Selamat, 2 Pendaki WNA Lainnya Masih dalam Pencarian. (Foto: BNPB)

JAKARTA, REQNews – Suasana mencekam masih menyelimuti kawasan Gunung Dukono, Maluku Utara, setelah erupsi besar mengguncang gunung api tersebut pada Jumat 8 Mei 2026. Di tengah hamparan pasir vulkanik dan abu yang terus turun, tim SAR gabungan kembali menyusuri lereng gunung demi mencari para pendaki yang dilaporkan hilang.

Harapan dan kecemasan bercampur ketika tim menemukan dua gundukan pasir mencurigakan di area pencarian. Gundukan itu diduga berkaitan dengan dua pendaki yang hingga kini belum ditemukan pascaerupsi.

Temuan tersebut muncul sehari setelah jasad seorang pendaki berinisial E ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah pada Sabtu 9 Mei 2026 pukul 14.30 WIT. Kondisi medan yang tertutup material vulkanik membuat proses pencarian berlangsung penuh risiko.

“Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu 10 Mei 2026.

Meski demikian, tim SAR gabungan belum langsung melakukan evakuasi di dua titik tersebut. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama karena aktivitas Gunung Dukono masih tinggi, sementara cuaca di lokasi berubah cepat menjelang sore.

Material pasir vulkanik yang menumpuk dengan ketebalan berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Setiap langkah harus dilakukan hati-hati karena kondisi tanah labil dan erupsi masih berlangsung fluktuatif.

“Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran,” kata Aam.

Di tengah proses pencarian, hujan deras sempat mengguyur kawasan gunung pada Sabtu 9 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIT. Tim SAR terpaksa menghentikan operasi sementara dan berlindung hingga situasi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.

Namun justru setelah hujan reda, material pasir yang sebelumnya menutupi tubuh korban mulai terbuka. Dari balik timbunan abu dan pasir vulkanik, bagian tubuh korban perlahan terlihat.

“Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik,” jelas Aam.

Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi lereng yang masih berbahaya. Setelah berhasil diangkat dari lokasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua korban lain dengan fokus penyisiran di titik gundukan pasir yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS. Di tengah ancaman erupsi dan cuaca yang tak menentu, proses pencarian terus dilakukan dengan harapan seluruh korban segera ditemukan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.