REQNews.com

Wali Kota di California Didakwa Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara

News

Tuesday, 12 May 2026 - 13:00

Eileen Wang (Foto:Istimewa)Eileen Wang (Foto:Istimewa)

LOS ANGELES, REQNews – Karier politik Eileen Wang mendadak runtuh di tengah sorotan tajam pemerintah Amerika Serikat terhadap dugaan pengaruh asing di dalam negeri. Perempuan berusia 58 tahun yang menjabat sebagai Wali Kota Arcadia, California, itu kini menghadapi dakwaan serius karena dituduh bertindak sebagai agen ilegal pemerintah China.

Kasus tersebut diumumkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Senin 11 Mei 2026. Dakwaan itu langsung mengguncang kota Arcadia, wilayah di utara Los Angeles yang dihuni sekitar 50.000 penduduk.

Tak lama setelah dakwaan diumumkan, Wang memilih mundur dari jabatannya sebagai wali kota. Informasi pengunduran diri itu tercantum dalam situs resmi Dewan Kota Arcadia.

Pemerintah AS menilai Wang tidak sekadar terlibat dalam aktivitas komunikasi biasa. Dia disebut menjalankan kepentingan pemerintah China melalui media yang menyasar komunitas Tionghoa-Amerika di wilayah setempat.

Menurut Departemen Kehakiman, Wang bersama rekannya, Yaoning Sun, mengelola sebuah situs bernama “US News Center” yang diduga digunakan untuk menyebarkan propaganda pro-China.

"Wang dan Sun menerima dan melaksanakan arahan dari pejabat pemerintah (China) untuk mem-posting konten (pro-China) di situs web tersebut," demikian pernyataan Departemen Kehakiman, seperti dikutip AFP, Selasa 12 Mei 2026.

Dalam sistem hukum Amerika Serikat, tuduhan bertindak sebagai agen ilegal pemerintah asing termasuk pelanggaran berat. Wang terancam hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara apabila terbukti bersalah.

Nama Yaoning Sun sendiri sebelumnya lebih dulu terseret dalam perkara serupa. Pada 2025, Sun mengaku bersalah karena bertindak sebagai agen ilegal pemerintah asing dan kini sedang menjalani hukuman penjara selama empat tahun.

Kasus Wang mencuat di tengah meningkatnya sensitivitas hubungan Washington dan Beijing, terutama terkait isu pengaruh politik dan propaganda asing di Amerika Serikat.

Momentum pengumuman dakwaan itu juga menarik perhatian karena muncul saat Presiden AS Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pekan ini untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk hubungan dagang, keamanan kawasan, hingga ketegangan politik antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.