Video Anggota DPRD Jember Merokok saat Rapat Viral, Dokter Soroti Bahaya Asap Rokok di Ruang Tertutup
JAKARTA, REQNews — Sebuah video yang memperlihatkan anggota DPRD Jember, Jawa Timur, diduga merokok dan bermain gim saat rapat berlangsung memicu reaksi luas di media sosial. Aksi tersebut dinilai tidak pantas, terlebih rapat yang sedang berlangsung membahas persoalan stunting, isu kesehatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dalam video yang beredar, anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi, tampak sibuk menggunakan telepon genggam di tengah rapat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Ia juga diduga merokok di ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jember.
Peristiwa itu langsung menuai kritik dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik dan dianggap tidak menghormati jalannya forum resmi.
Sorotan tak hanya datang dari publik, tetapi juga dari kalangan tenaga kesehatan. Dokter umum sekaligus konten kreator kesehatan, Dion Haryadi, turut menanggapi video viral tersebut dengan mengingatkan dampak buruk merokok di ruang tertutup berpendingin udara.
Menurut Dion, asap rokok di ruangan ber-AC tidak mudah keluar sehingga berpotensi terus berputar dan terhirup orang lain di sekitarnya.
“Merokok di ruangan ber AC itu sangat merugikan, mungkin pada enggak sadar asap rokok itu akan muter di ruangan itu ga bisa keluar,” kata Dion melalui akun Instagramnya.
Ia juga menyoroti bahaya third hand smoking, yakni paparan residu zat berbahaya dari asap rokok yang menempel pada berbagai benda di dalam ruangan.
“Ada juga yang namanya third hand smoking, residu racun rokok bisa nempel di perabotan, selain bikin bau juga merugikan kesehatan,” ucapnya.
Fenomena third hand smoking disebut dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang karena zat kimia dari asap rokok mampu bertahan di sofa, meja, dinding, pakaian, hingga berbagai permukaan lainnya dalam waktu lama.
Akibatnya, orang lain tetap bisa terpapar zat berbahaya meski rokok sudah padam dan asapnya tidak lagi terlihat di udara.
Video viral tersebut kini terus menjadi perbincangan publik, tidak hanya terkait etika pejabat saat rapat resmi, tetapi juga soal kesadaran terhadap kesehatan dan kenyamanan orang lain di ruang bersama.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
