REQNews.com

Netanyahu Klaim Israel Telah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

News

Friday, 15 May 2026 - 23:30

Perdana Menteri Israel Benjamin NetanyahuPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

JAKARTA, REQnews - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa militer Israel kini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza, Palestina. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat peringatan Jerusalem Day pada Kamis 14 Mei 2026.

Melansir AFP, pengakuan tersebut sekaligus memperkuat dugaan bahwa pasukan Israel (IDF) terus memperluas operasi militernya di Gaza melebihi batas yang ditentukan dalam kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu. Dalam perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat (AS) itu, Israel seharusnya mundur ke belakang ‘Garis Kuning’, sehingga hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Palestina.

Namun di lapangan, sejumlah laporan media internasional menyebut pasukan Zionis terus bergerak maju hingga ke area yang disebut sebagai ‘Garis Oranye’ baru. AFP pun menyebut pernyataan Netanyahu menjadi pengakuan resmi pertama bahwa Israel memperluas kontrol wilayahnya di Gaza.

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menghentikan operasi militernya meski mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk keluar dari Gaza. Ia berdalih serangan terus dilakukan demi memburu kelompok Hamas.

"Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat," kata dia.

Netanyahu juga menyebut kekuatan Israel telah ditunjukkan selama perang berlangsung dalam dua tahun terakhir.

"Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kami, negara kami, tentara kami, dan warisan kami," kata Netanyahu dalam sambutannya untuk peringatan itu, Jumat 15 Mei 2026.

"Kami telah membawa pulang semua sandera kami, hingga sandera terakhir," tambahnya.

Meski gencatan senjata masih berlaku sejak Oktober lalu atas inisiatif AS sebagai pemimpin Dewan Perdamaian (Board of Peace), kekerasan di Gaza dilaporkan terus terjadi hampir setiap hari. Netanyahu sendiri beberapa kali memberi sinyal bahwa operasi Israel baru akan berakhir apabila Hamas bersedia melucuti senjata.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas mencatat lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan Oktober lalu.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.