Kasus Prajurit Tembak Sesama Tentara, TNI AD Pastikan Penanganan Profesional-Transparan
SUMATERA SELATAN, REQnews - Pihak TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan peristiwa penembakan oleh prajurit terhadap sesama tentara di Panhead Cafe dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.
Diketahui, Pratu FAA (23) yang merupakan personel Denkesyah Palembang, meninggal dunia setelah ditembak rekannya yaitu Serda RN pada Sabtu 16 Mei 2026 dini hari.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut. Pihaknya juga telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.
“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” Yordania dalam keterangannya dikutip pada Minggu 17 Mei 2026.
Sementara itu, Denpom 2/IV Palembang saat ini masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti.
"Hingga koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan guna mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif," katanya.
Kapendam menegaskan bahwa proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.
“Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pangdam II/Sriwijaya juga telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Swj untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.
Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
