Misi Pengawasan NATO di Laut Hitam Berujung Pencegatan, Inggris Protes ke Rusia
LONDON, REQNews - Di atas hamparan Laut Hitam yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu titik paling sensitif dalam peta keamanan Eropa, sebuah misi pengawasan rutin berubah menjadi insiden yang memicu reaksi diplomatik dan militer.
Pesawat pengintai milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang sedang menjalankan operasi untuk aliansi NATO dilaporkan mengalami pencegatan oleh dua jet tempur Rusia saat terbang di wilayah udara internasional.
Menurut laporan militer Inggris, pesawat yang terlibat adalah Boeing RC-135W Rivet Joint yang tengah menjalankan misi pengawasan rutin. Pesawat tersebut disebut tidak membawa persenjataan ketika insiden berlangsung.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan dua jet tempur Rusia jenis Sukhoi Su-35 berulang kali mendekati pesawat pengintai tersebut selama penerbangan di atas Laut Hitam.
Menurut laporan yang dikutip dari tayangan berita pada Jumat 22 Mei 2026, salah satu jet Rusia disebut melakukan pendekatan dengan jarak yang sangat dekat hingga memicu sistem keselamatan pada pesawat Inggris. Dalam kondisi tersebut, fitur autopilot pesawat dilaporkan nonaktif secara otomatis sebagai respons terhadap situasi yang terdeteksi.
Ketegangan di udara disebut belum berhenti di situ. Jet tempur Rusia lainnya dilaporkan melintas dengan jarak sangat dekat di depan hidung pesawat Inggris—sekitar enam meter—dan melakukan beberapa manuver yang oleh pihak Inggris dinilai bersifat provokatif.
Militer Inggris menyebut tindakan itu terjadi saat pesawat mereka berada sepenuhnya di wilayah udara internasional, bukan memasuki ruang udara suatu negara.
Bagi NATO, operasi seperti ini bukan misi yang berdiri sendiri. Pengawasan udara di kawasan Laut Hitam menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan dan keamanan di sisi timur aliansi, terutama di tengah dinamika geopolitik yang terus meningkat di kawasan Eropa dan sekitarnya.
Insiden tersebut kembali memperlihatkan bagaimana ruang udara internasional di sekitar Laut Hitam tetap menjadi arena yang sensitif. Dalam situasi seperti itu, jarak beberapa meter di udara bukan sekadar angka, melainkan dapat menjadi penentu antara operasi rutin dan eskalasi yang lebih luas.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.