REQNews.com

Di Tengah Keresahan Publik, Dugaan Prostitusi Anak yang Viral di X Ternyata Hoaks

News

Senin, 25 Mei 2026 - 16:00

ilustrasi berita hoaks (doc: tek.id)ilustrasi berita hoaks (doc: tek.id)

JAKARTA, REQNews — Dalam hitungan jam, sebuah unggahan di media sosial dapat memunculkan kecemasan yang meluas. Apalagi ketika yang dibicarakan menyangkut anak dan dugaan eksploitasi. Itulah yang terjadi ketika informasi mengenai dugaan prostitusi anak yang disebut melibatkan warga negara asing asal Jepang di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, ramai beredar di platform X.

Percakapan berkembang cepat. Kecurigaan muncul. Kekhawatiran publik ikut menguat.

Namun setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan oleh aparat, dugaan tersebut dinyatakan tidak terbukti.

Kepastian itu disampaikan Kapolsek Metro Tamansari, Bobby M. Zulfikar, setelah dilakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar.

“Alhamdulillah sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti,” ujarnya melalui pesan singkat.

Polisi juga menelusuri unggahan berbahasa Jepang yang menjadi pemicu perhatian publik. Dari hasil pemeriksaan, isi video maupun narasi yang menyertai unggahan tersebut dipastikan tidak sesuai dengan fakta.

“Betul berita tersebut tidak benar,” kata Bobby.

Meski dugaan itu tidak terbukti, perhatian terhadap isu perlindungan anak tetap menjadi fokus pemerintah daerah. Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) bersama Suku Dinas Sosial sempat menaruh perhatian terhadap informasi yang beredar, termasuk kemungkinan adanya praktik eksploitasi terhadap anak.

Pelaksana Tugas Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Rizky Hamid, mengatakan pihaknya tetap melakukan pendalaman terhadap setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang disebut terjadi di kawasan Lokasari.

“Perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, keluarga hingga platform digital,” ujarnya.

Menurut Rizky, langkah koordinasi lintas lembaga tetap dilakukan untuk memastikan setiap laporan atau informasi yang berkaitan dengan anak mendapatkan respons yang cepat dan tepat.

“Kami telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, instansi terkait serta jejaring perlindungan anak untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di era arus informasi yang bergerak sangat cepat, setiap dugaan tetap membutuhkan proses verifikasi dan penyelidikan. Di saat yang sama, kewaspadaan terhadap perlindungan anak tetap menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.