REQNews.com

Hendak Mudik, Kereta Pembawa Personel Militer dan Keluarga Diserang Tewaskan Puluhan Orang, Pakistan Berduka Jelang Iduladha

News

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

ISLAMABAD, REQNews  — Seharusnya perjalanan itu dipenuhi cerita tentang rumah, keluarga, dan rencana merayakan Iduladha bersama orang-orang tercinta. Namun di jalur rel yang melintasi Quetta, perjalanan pulang itu berubah menjadi kepulan asap, suara ledakan, dan duka yang datang tanpa peringatan.

Sedikitnya 24 orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 70 lainnya mengalami luka setelah sebuah kereta api yang membawa personel militer Pakistan beserta anggota keluarga mereka menjadi sasaran serangan bom pada Minggu 24 Mei 2026.

Kereta tersebut tengah melintas di kawasan Stasiun Chaman Phatak, Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, ketika ledakan besar terjadi.

Menurut keterangan pejabat perkeretaapian setempat, dampak ledakan menyebabkan tiga gerbong bersama lokomotif keluar dari rel, sementara dua gerbong lainnya terbalik. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rangkaian kereta, tetapi juga menjalar ke area sekitar lokasi.

Para penumpang dalam perjalanan menuju stasiun utama Quetta dari kawasan kamp militer. Dari sana, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Peshawar sebelum kembali ke kota asal masing-masing untuk merayakan Hari Raya Iduladha.

Kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Berdasarkan informasi awal, serangan dilakukan melalui aksi bom bunuh diri menggunakan kendaraan yang menghantam kereta sebelum memicu ledakan besar.

Seorang warga setempat, Naseer Ahmed, menggambarkan situasi saat peristiwa terjadi.

“Kereta api sedang berjalan dan ada penumpang di dalamnya ketika ledakan terjadi,” katanya kepada BBC.

Ia mengatakan kekuatan ledakan terasa hingga lingkungan sekitar.

“Ledakan itu juga menghancurkan kaca-kaca jendela bangunan di sekitar lokasi.”

Peristiwa terjadi pada Minggu pagi ketika sebagian warga masih berada di rumah. Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar dari lokasi, terlihat gerbong kereta yang hangus, kendaraan di dekat rel mengalami kerusakan berat, serta bangunan sekitar yang terdampak.

Di tengah suasana duka, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan kecaman keras atas serangan tersebut.

“Seluruh rakyat berdiri dalam solidaritas bersama warga Balochistan di saat-saat duka seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terorisme pengecut dan menegaskan bahwa peristiwa itu tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.