Iran Tegaskan Israel Akan Lakukan Apapun Gagalkan Negosiasi dengan AS
JAKARTA, REQnews - Iran menilai Israel tengah berupaya menghambat proses diplomasi yang sedang dijalankan bersama Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri konflik. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baghaei.
Menurut Baghaei, dugaan itu muncul di tengah berlanjutnya perundingan antara Teheran dan Washington yang sebelumnya sempat mengalami kebuntuan. Ia menilai ada kepentingan tertentu untuk menggagalkan peluang tercapainya kesepakatan dan mempertahankan situasi konflik.
"Entitas Zionis melakukan segala upaya untuk merusak kesepakatan ini dan kami memperkirakan akan ada sejumlah tindakan dari Israel," ujar Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan langkah-langkah dari Israel tidak bisa diabaikan. Baghaei juga menuding pihak yang mendorong eskalasi konflik, termasuk Israel, aktif membentuk opini publik melalui media yang berpotensi memengaruhi pengambil keputusan di Amerika Serikat.
"Tidak ada yang bisa dikesampingkan. Namun negara-negara yang terus menyerukan perang dan permusuhan, termasuk entitas Zionis, sangat aktif membentuk opini di media dan hal itu mungkin memengaruhi para pejabat AS," lanjutnya.
Di sisi lain, Baghaei menegaskan bahwa meskipun perundingan menunjukkan perkembangan pada sejumlah poin pembahasan, bukan berarti kesepakatan akhir sudah dekat. Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa proses negosiasi segera berujung pada penandatanganan perjanjian.
"Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang sedang dibahas," ujar Baghaei.
"Namun mengatakan bahwa itu berarti penandatanganan kesepakatan sudah di depan mata, tidak ada seorang pun yang bisa membuat klaim seperti itu."
Dalam kesempatan yang sama, Iran juga menanggapi isu terkait pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Teheran menegaskan tetap akan mengatur lalu lintas maritim dan mengenakan biaya layanan, namun membantah anggapan bahwa mereka sedang memberlakukan tarif terhadap kapal-kapal yang melintas.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.