REQNews.com

Gerindra Balas Kritik Dino Patti Djalal terhadap Prabowo

News

Rabu, 03 Juni 2026 - 09:00

Dino Patti Djalal (Foto:Istimewa)Dino Patti Djalal (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews — Polemik mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perbincangan. Kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terhadap sejumlah lawatan Presiden mendapat tanggapan dari Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menilai pernyataan Dino mengenai kebijakan politik luar negeri pemerintahan saat ini kurang tepat. Menurutnya, sebagai mantan pejabat negara yang pernah berada dalam lingkaran pemerintahan, Dino semestinya lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik kepada penerusnya.

“Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo,” tegas Habiburokhman.

Ia kemudian menyinggung praktik yang menurutnya lazim terjadi di sejumlah negara maju. Mantan pejabat, kata dia, umumnya menjaga jarak dalam mengomentari kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang tengah menjalankan tugas negara.

“Di negara-negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya,” ujar Habiburokhman.

Menurut dia, kritik yang datang dari mantan pejabat tidak selalu menguntungkan bagi pihak yang menyampaikannya. Sebab, publik berpotensi membandingkan rekam jejak pejabat terdahulu dengan kinerja pejabat yang sedang menjabat saat ini.

“Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi boomerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat,” katanya.

Perdebatan ini bermula setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis pada akhir Mei 2026 menuai sorotan. Sebagian pihak mempertanyakan frekuensi pertemuan Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengingat sebelumnya keduanya juga telah bertemu dalam kunjungan pada Januari dan April tahun yang sama.

Dalam sebuah video yang disampaikan pada Sabtu, 30 Mei 2026, Dino Patti Djalal mengusulkan agar pemerintah mengurangi perjalanan dinas luar negeri yang dinilainya memerlukan biaya besar.

“Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar,” ungkapnya.

Dino berpandangan bahwa perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan hubungan antarnegara tetap terjalin tanpa harus selalu dilakukan melalui pertemuan tatap muka. Ia menyarankan pemanfaatan telepon maupun konferensi video sebagai alternatif yang lebih hemat dari sisi anggaran dan waktu.

Menurut Dino, pertemuan antara para kepala negara umumnya hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat, sementara rangkaian acara lainnya lebih banyak bersifat seremonial.

“Jadi dengan satu video call yang bernilai Rp0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan keluar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” kata Dino.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.