REQNews.com

Trump Murka ke Netanyahu: Semua Orang Kini Membenci Anda

News

Rabu, 03 Juni 2026 - 20:00

Donald Trump  (Foto:Newsweek)Donald Trump (Foto:Newsweek)

JAKARTA, REQnews - Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali dikabarkan memanas di tengah perang Israel-Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu. Ketegangan muncul karena keduanya disebut memiliki pandangan berbeda mengenai arah konflik dan upaya mengakhirinya.

Trump diketahui mendorong tercapainya kesepakatan dengan Iran guna menghentikan perang. Namun, sikap tersebut dinilai bertolak belakang dengan Netanyahu yang disebut masih ingin melanjutkan operasi militer.

Perbedaan kepentingan itu disebut mencapai puncaknya saat Israel mengancam akan melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon. Ancaman tersebut muncul ketika Amerika Serikat dan Iran masih terlibat pembicaraan untuk mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Menurut laporan Axios dan ABC News, langkah Israel membuat Trump khawatir proses negosiasi dengan Teheran akan terganggu. Iran sendiri menjadikan keberlangsungan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sebagai salah satu syarat agar perundingan dapat terus berjalan.

Axios melaporkan bahwa dalam percakapan telepon pada Senin 1 Juni, Trump meluapkan kemarahannya kepada Netanyahu. Seorang pejabat AS yang mengetahui isi pembicaraan itu mengutip ucapan Trump kepada pemimpin Israel tersebut.

"Kalau bukan karena saya, Anda sudah dipenjara!" ucap Trump ke Netanyahu seperti dikutip seorang pejabat AS yang mengetahui percakapan keduanya.

Trump juga disebut melontarkan teguran keras lainnya.

"Anda benar-benar gila (you are fucking crazy). Anda pasti sudah dipenjara kalau bukan karena saya. Saya sedang menyelamatkan Anda. Semua orang membenci Anda sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini," kata Trump dikutip Axios.

Meski demikian, media-media Israel membantah laporan mengenai percakapan tersebut. Sementara itu, saat dimintai tanggapan oleh AFP, seorang pejabat Gedung Putih mengarahkan pada unggahan Trump di Truth Social yang dipublikasikan pada Senin.

Dalam unggahan itu, Trump justru menyampaikan terima kasih kepada Netanyahu atas apa yang ia sebut sebagai kesepakatan untuk menarik pasukan dari Beirut serta menghentikan serangan terhadap Hizbullah. Di sisi lain, Iran dilaporkan sempat menghentikan pembicaraan damai setelah terjadinya serangan Israel ke wilayah Lebanon.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.