REQNews.com

Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran, 63 Korban Berjatuhan di Kuwait

News

Kamis, 04 Juni 2026 - 09:00

Bendera Iran (Foto:Istimewa)Bendera Iran (Foto:Istimewa)

DOHA, REQNews  – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Kuwait menjadi salah satu wilayah yang terdampak serangan balasan Iran. Gelombang serangan yang melibatkan roket dan pesawat nirawak (drone) itu menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka, termasuk para penumpang dan pekerja di bandara.

Di tengah situasi yang mencekam, fasilitas kesehatan Kuwait bergerak cepat menangani korban. Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa sedikitnya 63 orang harus mendapatkan perawatan medis akibat serangan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan seluruh jaringan layanan kesehatan langsung disiagakan sejak serangan dimulai.

"Sejak jam-jam pertama serangan Iran terhadap Kuwait, sistem pelayanan kesehatan telah dimobilisasi sepenuhnya. Sebanyak 63 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan tujuh operasi darurat telah dilakukan," kata Al-Sanad.

Menurutnya, korban yang dirawat berasal dari berbagai lokasi yang terdampak serangan. Mereka terdiri atas penumpang maupun staf bandara dengan tingkat cedera yang beragam.

"Para korban luka mencakup penumpang serta staf bandara dengan kondisi cedera yang bervariasi, mulai dari patah tulang, trauma kepala, hingga luka bakar," ujarnya.

Serangan tersebut terjadi setelah Iran mengumumkan operasi balasan terhadap target-target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan sebagai respons atas perkembangan terbaru dalam konflik yang melibatkan Teheran dan Washington.

Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri bahkan menuding sejumlah negara kawasan turut bertanggung jawab atas serangan terhadap Pulau Qeshm. Dalam pernyataannya, Kuwait disebut sebagai salah satu pihak yang dianggap terlibat.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sistem pertahanan negara berhasil menghadang sebagian besar ancaman yang datang. Serangan drone dan rudal disebut telah dicegat sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Pernyataan serupa disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Militer AS menyebut rudal-rudal Iran diarahkan ke Kuwait dan Bahrain, namun sebagian berhasil dicegat atau jatuh sebelum mencapai sasaran.

CENTCOM juga mengklaim pasukannya berhasil menembak jatuh sejumlah drone sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan pada fasilitas dan personel militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Rangkaian serangan ini menjadi babak terbaru dalam konflik yang terus bereskalasi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Serangan yang mencakup wilayah Teheran itu dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah. Meski kedua negara sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026, upaya meredakan ketegangan tidak bertahan lama.

Harapan untuk menemukan jalan damai kembali meredup setelah perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Kini, meluasnya dampak konflik hingga ke Kuwait menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih berada dalam ancaman serius.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.