Dari BUMN hingga Wamen Imipas, Jejak Karier Silmy Karim yang Kini Terseret OTT KPK
JAKARTA, REQNews – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK usai sempat dicari penyidik terkait operasi tangkap tangan (OTT) Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Silmy masih diperiksa di KPK hingga pagi ini Kamis 4 Juni 2026.
Silmy menyerahkan diri ke KPK pada Rabu 3 Juni 2026 malam. Dalam OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, KPK mengamankan 17 orang yang terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta.
Di balik sorotan kasus tersebut, Silmy Karim dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik negara. Lahir di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, pada 19 November 1974, ia meniti karier dari dunia industri strategis hingga dipercaya menduduki jabatan penting di pemerintahan.
Sejak Oktober 2024, Silmy menjabat sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sebelum masuk kabinet, ia lebih dahulu memimpin Direktorat Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dalam dunia korporasi, namanya cukup dikenal karena beberapa kali dipercaya memimpin perusahaan pelat merah yang tengah menghadapi tantangan besar. Julukan sebagai spesialis penyelamat BUMN pun kerap disematkan kepadanya.
Karier profesionalnya mencakup posisi Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) pada periode 2011–2014. Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), serta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Tak hanya berkecimpung di sektor industri, Silmy juga pernah terlibat dalam sejumlah lembaga dan tim strategis pemerintah. Ia tercatat pernah bertugas di Badan Koordinasi Penanaman Modal RI pada 2010–2011, kemudian di Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2013–2015.
Selain itu, ia pernah menjadi anggota Tim Bantuan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), penasihat Menteri Pertahanan, anggota Tim Pengawasan Aktivitas Bisnis Nasional (PAB) TNI, hingga Tim Pengawasan Transformasi Bisnis (TSTB) TNI.
Dari sisi pendidikan, Silmy memiliki latar belakang akademik ekonomi dan keamanan internasional. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1997 dan menyelesaikan Magister Ekonomi di Universitas Indonesia pada 2007.
Pendidikan dan pelatihan internasional juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Di antaranya Leadership Program di Georgetown University, Amerika Serikat, pada 2010, program National and International Security di Harvard Kennedy School, Harvard University, pada 2012, hingga NATO Staff Officer Orientation Course di NATO School, Oberammergau, Jerman.
Ia juga mengikuti Executive Program in Advanced Security Studies (PASS) di George C. Marshall European Center for Security Studies, Jerman, serta Senior International Defense Management Course (SIDMC) di Naval Postgraduate School, California, Amerika Serikat.
Kini, perjalanan panjang karier yang dibangun selama puluhan tahun itu tengah menghadapi ujian besar. Di saat penyidik KPK terus mendalami dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, publik menanti perkembangan lebih lanjut terkait peran dan keterlibatan para pihak dalam perkara tersebut.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
