REQNews.com

Dua Pemain Timnas Sepakbola Putri Palestina Diculik Israel

News

Kamis, 04 Juni 2026 - 21:30

Dua Pemain Timnas Sepakbola Putri Palestina Diculik Israel. (Foto: Istimewa)Dua Pemain Timnas Sepakbola Putri Palestina Diculik Israel. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Israel kembali membuat publik dunia geram. Ini lantaran zionis dikabarkan telah menculik dua pemain timnas sepakbola putri Palestina, yakni Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah.

Kabar penculikan tersebut diumumkan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) pada Selasa, 2 Juni 2026. Dalam pernyataan resminya, PFA mengungkapkan jika kedua pemain yang diculik merupakan pesepakbola putri yang mewakili Palestina di level junior dan senior.

"Asosiasi Sepak Bola Palestina mengutuk sekeras-kerasnya penangkapan tidak adil terhadap pemain tim nasional wanita Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah oleh pihak berwenang Israel hari ini," tulis PFA dalam pernyataan resminya yang dimuat di Instagram, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.

"Rard dan Natalia adalah pemain internasional muda yang dengan bangga mewakili Palestina di tingkat junior dan senior," tambah PFA dalam pernyataannya.

Menurut PFA, penangkapan tersebut bukan insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola penargetan terhadap atlet Palestina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Penangkapan mereka bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap atlet Palestina yang telah didokumentasikan dengan baik, yang terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban," tulis PFA.

PFA juga menegaskan bahwa berbagai pembatasan yang dialami atlet Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, statuta FIFA, serta prinsip-prinsip dalam Piagam Olimpiade.

PFA juga mengungkapkan, pemain Palestina kerap menghadapi hambatan dalam kebebasan bergerak, keamanan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

"Apa yang dialami para pemain sepak bola Palestina bukanlah 'kekhawatiran', melainkan pelanggaran dan penyimpangan nyata terhadap hukum internasional, statuta FIFA, dan prinsip-prinsip dasar Piagam Olimpiade. Para pemain Palestina secara rutin ditolak kebebasan bergerak, keamanan, dan hak dasar untuk berpartisipasi dalam olahraga dengan kondisi yang sama, hak-hak yang secara eksplisit dijamin FIFA kepada semua pemain di seluruh dunia tanpa diskriminasi," tulis PFA.

PFA pun menuntut ketegasan sikap dari komunitas sepak bola internasional agar segera melakukan upaya konkret terkait berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel.

"Keheningan dan ketidakpedulian yang terus berlanjut dari komunitas sepak bola internasional tidak hanya mencerminkan standar ganda, tetapi juga memungkinkan praktik-praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa hukuman. Selama bertahun-tahun, Asosiasi Sepak Bola Palestina telah mengangkat pelanggaran-pelanggaran ini melalui saluran resmi, namun hingga hari ini, belum ada tindakan serius atau persiapan yang diambil terhadap Israel dalam sistem sepak bola global. Kegagalan ini hanya memperkuat persepsi dan realitas penegakan aturan yang selektif," tulis PFA.

"Jika FIFA ingin menegakkan statuta-nya sendiri, yang berkaitan dengan hak asasi manusia, non-diskriminasi, dan perlindungan integritas permainan, maka tindakan tegas harus diambil. Akuntabilitas tidak dapat bersifat opsional, dan tidak dapat diterapkan secara selektif."

"PFA menyerukan kepada FIFA, konfederasi kontinental, dan komunitas olahraga internasional yang lebih luas untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan dan mengambil tindakan disiplin konkret dalam kerangka sepak bola untuk mengatasi pelanggaran yang terus berlanjut ini. Penargetan terhadap atlet Palestina harus diakhiri. Impunitas harus diakhiri. Standar ganda harus diakhiri. Kebebasan untuk Rand Al Halawani dan Nadine Abu Dayyah. Keadilan untuk sepak bola Palestina," tutup PFA.

 

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.