REQNews.com

Presiden Kolombia Gustavo Petro Tuduh Presiden Donald Trump Dukung Pengedar Narkoba

News

Jumat, 05 Juni 2026 - 13:57

Abelardo de la Espriella. Foto: vpm.orgAbelardo de la Espriella. Foto: vpm.org

Bogota, REQNews.com -- Presiden AS Donald Trump menggunakan narasi perang melawan pengedar narkoba saat mengubah paksa rezim Venezuela, tapi mendukung pengedar narkoba untuk mengubah rezim di Kolombia.

Presiden Kolombia Gustavo Petro, Kamis 4 Juni, secara terbuka menuduh Trump mendukung pengacara Abelardo de la Espriella dalam pemilihan presiden yang akan datang. De la Espriella, menurut Petro, menghasilkan kekayaan dengan mewakiliki paramiliter pengedar narkoba, para penipu, dan bintang sepak bola.

Ia mengejutkan publik dengan mengalahkan Ivan Capeda, sekutu Petro, pada putaran pertama pemungutan suara untuk pemilihan presiden. Keduanya akan saling berhadapan pada putaran kedua pemilihan presiden 21 Juni 2026.

Selasa lalu, Trump mendukung De la Espriella dengan menyebutkan prestasi luar biasa dalam hidupnya dan dukungan politik saya secara pribadi.

Petro, pemimpin sayap kiri pertama Kolombia, mengkritik campur tangan Trump dalam kampanye. “Sekutu AS di Kolombia berasal dari rezim paramiliter narkoba; mereka adalah pelaku genosida dan pengedar narkoba,” katanya kepada AFP dalam sebuah wawancara di istana kepresidenan.

Trump berupaya memengaruhi beberapa pemilihan di Amerika Latin baru-baru ini, dengan mendukung kelompok sayap kanan yang berbicara keras tentang kejahatan dan migrasi melawan kelompok sayap kiri yang ia anggap sebagai Marxis.

Espriella berjanji memperdalam hubungan AS-Kolombia 'seperti belum pernah terjadi sebelumnya' jika terpilih. Ia mendapat dukungan dari mantan presiden garis keras Alvaro Uribe, yang dituduh berkolusi dengan paramiliter di balik pembantaian ribuan warga sipil selama tahun-tahun terburuk konflik Kolombia yang berlangsung lebih dari enam dekade.

Petro maupun Cepeda menuduh paramiliter melakukan 'genosida' terhadap aktivis dan politisi sayap kiri, termasuk ayah Cepeda, seorang senator komunis, yang dibunuh pada tahun 1994.

Kelompok sayap kanan Kolombia dan pemerintahan Trump, di sisi lain, menuduh Petro bersikap lunak terhadap kelompok gerilya sayap kiri, beberapa di antaranya terus melawan negara dan hidup dari perdagangan kokain.

Petro menyatakan "penyesalan" bahwa "tokoh dan pemerintah yang ingin memerangi perdagangan narkoba justru membantu membawa kejahatan ke kekuasaan politik di Kolombia."


Pertentangan ideologis

Ia menuduh Trump mengingkari kesepakatan yang mereka buat pada bulan Februari untuk tidak ikut campur dalam pemilihan Kolombia.

"Apa yang mereka (Amerika Serikat) terapkan adalah kebijakan ideologis yang membagi dunia antara mereka yang berpikir seperti mereka dan kita yang tidak," kata Petro sambil mengunyah sebatang cokelat yang dibuat oleh petani yang mengganti tanaman koka mereka – yang menghasilkan bahan utama kokain – dengan pohon kakao.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.