Perempuan di Jembrana Meninggal Diduga Akibat Rabies Usai Digigit Kucing
JEMBRANA, REQnews - Seorang perempuan berinisial NKS (38), warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, meninggal dunia dengan diagnosis suspek rabies. Sebelum jatuh sakit, korban diketahui memiliki riwayat digigit kucing sekitar satu bulan sebelumnya.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Negara, dr Gusti Ngurah Putu Adnyana, keluarga korban menyebut luka akibat gigitan tersebut tidak pernah mendapatkan penanganan medis. Korban juga tidak menerima vaksin antirabies setelah kejadian itu.
"Namun, luka gigitan tidak mendapatkan pengobatan dan pasien juga tidak pernah menerima vaksin antirabies," imbuhnya.
NKS kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara pada Sabtu (23/5) pukul 18.42 WITA. Saat tiba di rumah sakit, korban mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada gejala rabies.
"Saat datang, pasien mengeluhkan takut air, gelisah saat terkena angin, dan sesak napas sejak satu hari sebelumnya," katanya, Jumat 5 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis mendiagnosis pasien mengalami ensefalitis atau peradangan otak, disertai hidrofobia (takut air) dan aerofobia (takut terhadap embusan angin). Kedua kondisi tersebut merupakan gejala yang kerap ditemukan pada pasien rabies yang telah memasuki fase klinis.
"Pasien ditangani dan dirawat sesuai pedoman praktik klinis dan prosedur operasional yang berlaku di rumah sakit," ujar Adnyana.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif, kondisi NKS terus memburuk. Pada Minggu (24/5) sekitar pukul 03.38 WITA, tim medis melakukan tindakan penyelamatan jiwa setelah kondisi pasien mengalami penurunan signifikan.
"Pasien dirawat di ruangan tanggal 24 mei 2026 pukul 03,38 WITA, pasien mengalami perburukan dan sudah dilakukan penanganan life saving. Dan pasien dinyatakan meninggal pada pukul 03:46 WITA," ujarnya.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
