Di Tengah Serangan Drone, Zelensky Ajak Putin Bertemu Empat Mata
KIEV, REQNews — Di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dan terus memakan korban di kedua pihak, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil langkah yang jarang dilakukan sejak konflik pecah pada Februari 2022. Ia mengirim surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menawarkan pertemuan langsung guna mencari jalan keluar dari perang yang berkepanjangan.
Surat tersebut dipublikasikan pada Kamis 4 Juni 2026, hanya beberapa hari setelah ketegangan kembali meningkat akibat serangan drone Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia. Dalam surat itu, Zelensky secara terbuka mengajak Putin duduk bersama tanpa perantara.
"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita, dan Anda. Saya mengusulkan pertemuan," kata Zelensky dalam surat tersebut.
Presiden Ukraina itu bahkan meminta kedua pihak segera menentukan waktu untuk bertemu. Menurutnya, kesempatan dialog secara langsung perlu dimanfaatkan demi membuka peluang tercapainya kesepakatan yang selama ini sulit diwujudkan melalui jalur lain.
Sebagai bentuk keseriusan, Zelensky juga menyatakan kesiapan Ukraina menghentikan pertempuran selama proses negosiasi berlangsung.
"Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," tulisnya.
Publikasi surat itu muncul sehari setelah serangan drone Ukraina menghantam Saint Petersburg, kota yang memiliki arti khusus bagi Putin karena menjadi tempat kelahirannya. Sebelumnya, Presiden Rusia juga baru saja menegaskan perlunya penguatan sistem pertahanan udara negaranya menyusul meningkatnya serangan pesawat nirawak Ukraina.
Bagi Zelensky, ajakan bertemu langsung bukanlah gagasan baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia menilai persoalan paling sensitif dalam konflik, termasuk isu wilayah, hanya dapat diselesaikan melalui pembicaraan tatap muka antara para pemimpin kedua negara.
Namun, mengirim surat terbuka kepada Putin merupakan langkah yang terbilang tidak biasa. Bahkan, sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, hampir tidak pernah terdengar Zelensky secara langsung menyampaikan surat resmi yang berisi ajakan pertemuan kepada pemimpin Rusia tersebut.
Dari Moskow, respons awal datang dari Istana Kremlin. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin belum menerima atau melihat surat yang dipublikasikan Zelensky. Meski demikian, Kremlin menegaskan bahwa pintu pertemuan tetap terbuka.
"Zelensky bisa datang kapan saja ke Moskow," kata Peskov.
Pernyataan itu sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya Rusia juga pernah menyampaikan usulan serupa, namun tidak mendapat tanggapan positif dari pihak Ukraina.
Sementara itu, sebelum surat Zelensky dipublikasikan, Putin kembali menyampaikan keraguannya terhadap legitimasi kepemimpinan Zelensky saat berbicara kepada wartawan asing di Saint Petersburg.
Presiden Rusia tersebut mempertanyakan status hukum Zelensky karena masa jabatan presiden Ukraina yang seharusnya berakhir pada 2024. Namun hingga kini Ukraina belum menyelenggarakan pemilihan umum karena masih berada dalam kondisi darurat perang.
Pemerintah Ukraina berpegang pada aturan darurat militer yang melarang pelaksanaan pemilu selama negara berada dalam situasi konflik bersenjata.
Di sisi lain, Putin juga tetap mempertahankan posisinya terkait kemungkinan pertemuan dengan Zelensky. Ia menegaskan hanya bersedia melakukan pertemuan apabila terlebih dahulu telah tercapai kesepakatan yang disetujui kedua pihak, bukan sebagai langkah awal menuju kesepakatan.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan jalan menuju perdamaian masih penuh tantangan. Namun, surat terbuka dari Kiev setidaknya menjadi sinyal baru bahwa upaya diplomasi kembali dicoba di tengah konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
