REQNews.com

Nama Wakil Ketua KPK Fitroh Muncul dalam Daftar BAP Kasus MBG: Saya Tak Kenal Sony Sonjaya dan Tidak Pernah Minta Titik Dapur

News

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:02

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto (Foto:Istimewa)Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews  — Nama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, mendadak menjadi perbincangan setelah beredar dalam daftar sejumlah nama yang dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Daftar yang beredar di media sosial itu disebut-sebut berasal dari berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Dalam daftar tersebut, nama Fitroh disebut bersama lebih dari 20 nama lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

Menanggapi isu tersebut, Fitroh membantah keras adanya hubungan maupun komunikasi dengan Sony Sonjaya. Ia menegaskan tidak mengenal mantan pejabat BGN itu secara pribadi.

"Saya tidak kenal secara personal dengan Sony dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur," kata Fitroh saat dihubungi wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.

Fitroh juga menepis anggapan bahwa dirinya pernah terlibat dalam urusan penunjukan atau pengelolaan dapur yang berkaitan dengan program MBG. Menurutnya, tidak ada komunikasi apa pun antara dirinya dan Sony terkait pelaksanaan program tersebut.

"Apalagi membeli titik karena saya tidak bisnis dapur," ujarnya.

Pernyataan Fitroh muncul di tengah berkembangnya informasi mengenai proses penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra pelaksana program MBG.

Menurut Syarief, secara aturan program tersebut semestinya dijalankan oleh yayasan yang memiliki keterkaitan dengan sekolah penerima manfaat. Namun dalam praktiknya, sejumlah SPPG disebut memperoleh penunjukan karena memiliki hubungan dengan petinggi BGN.

"Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pengaturan tersebut dilakukan oleh Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Sebagai konsekuensinya, yayasan yang terafiliasi dengan para pihak tersebut disebut menerima keuntungan finansial dalam jumlah besar.

"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," tuturnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief, mengungkapkan bahwa kliennya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam perkara tersebut. Dalam proses pemeriksaan, Sony disebut telah menyampaikan sejumlah nama kepada penyidik yang dituangkan dalam BAP.

"Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justicia, confidential," ujar Elza kepada wartawan, Selasa, 9 Juni 2026.

Elza menegaskan daftar nama tersebut bukan dokumen yang diserahkan secara terpisah, melainkan telah tercantum dalam berita acara pemeriksaan penyidik.

"Bukan diserahin. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik. Saya kan juga enggak pernah baca. Tapi di dalam BAP sudah ada, BAP-nya saya sudah punya, gitu," katanya.

Meski namanya ikut beredar dalam daftar yang dikaitkan dengan perkara MBG, Fitroh memastikan dirinya tidak memiliki hubungan dengan Sony Sonjaya maupun aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan dapur program tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari penyidik yang menyatakan keterlibatan Fitroh dalam perkara dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.