REQNews.com

Ariana Grande kepada Presiden Trump: Jangan Gunakan Musik Saya untuk Omong Kosong Keji

News

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:18

Foto: BillboardFoto: Billboard

Washington, REQNews.com -- Bintang pop Ariane Grande, Kamis 11 Juni, mendesak Presiden AS Donald Trump berhenti menggunakan musiknya untuk mempromosikan kebijakan pemerintah.

"Tolong, jangan pernah menggunakan musik saya untuk omong kosong barbar, tidak manusiawi, dan keji," tulis Grande dalam komentar yang diposting pada video Gedung Putih di TikTok.

Komentar tersebut muncul setelah Gedung Putih membagikan video di TikTok awal pekan ini yang menyoroti kebijakan imigrasi mereka. Video itu, yang menggambarkan agen federal menangkap dan memborgol orang-orang, menampilkan lagu Bye milik penyanyi pemenang Grammy Award tahun 2024.

Sebuah sumber yang dekat dengan Ariane Grande mengatakan timnya sedang mencari cara menghapus musik dari video itu sesegera mungkin.

Menanggapi Grande, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson mengatakan: “Kami akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya: yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara AS yang tidak bersalah.”

Grande, seorang penyanyi dan aktris nominasi Academy Award, mengkritik pemerintahan Trump tahun lalu setelah membagikan unggahan di Instagram yang menanyakan kepada orang-orang yang memilih Trump apakah hidup mereka menjadi lebih baik sejak Trump kembali menjabat.

Trump, yang sekarang berada di masa jabatan keduanya yang tidak berturut-turut, memiliki kehadiran aktif di media sosial. Anggota tim komunikasinya sering memposting video pendek yang menampilkan lagu-lagu populer untuk menggambarkan upaya presiden dalam memenuhi janji kampanyenya.

Beberapa video tersebut menampilkan lagu-lagu hits sambil menggambarkan gambar-gambar yang menunjukkan penindakan imigrasi Trump, operasi militer AS terhadap Iran, dan penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.