REQNews.com

Puluhan Driver Ojol Terobos Blokade Aparat, Minta Jalan Dibuka untuk Mahasiswa Aksi di Bundaran HI

News

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:31

Puluhan driver ojek online menerobos blokade aparat di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: Hastina/REQnews)Puluhan driver ojek online menerobos blokade aparat di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Puluhan driver ojek online (ojol) dengan jaket hijau mencoba menerobos blokade aparat yang tengah melakukan pengamanan aksi mahasiswa menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat 12 Juni 2026. 

Aksi driver ojol tersebut dilakukan lantaran para mahasiswa yang akan melakukan aksi demo di Bundaran HI dihadang oleh aparat keamanan baik TNI maupun anggota Polri di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. 

Berdasarkan pantauan REQnews.com, para driver ojol tersebut terlihat mengendarai sepeda motornya dan meminta aparat untuk membuka jalan agar mahasiswa bisa bergerak. 

Namun, aksi mereka kembali diblokade oleh aparat. Sehingga, para mahasiswa tak bisa berjalan menuju lokasi demo. 

Sebelumnya, Badan Eksekusif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar demonstrasi dengan membawa lima tuntutan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat 12 Juni 2026. 

Dikutip dari Instagram BEM UI, aksi unjuk rasa tersebut digelar setelah timbulnya sejumlah permasalahan yang belakangan terjadi di Indonesia. 

Contohnya seperti kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), nilai rupiah ke dolar yang melemah, hingga yang terbaru kenaikan harga BBM nonsubsidi. 

Dalam keterangannya, BEM UI menyatakan bahwa apabila harga kebutuhan hidup terus naik, rupiah terus melemah, dan kritik terus dibungkam, rakyat tidak punya banyak pilihan selain bersuara. 

"Atas dasar itu, kami menyerukan seluruh masyarakat untuk bersatu dalam Aksi Menuju Indonesia Bangkrut dan menyampaikan tuntutan," tulis BEM UI dikutip pada Jumat 12 Juni 2026. 

Lebih lanjut, BEM UI juga menyatakan akan menyampaikan 5 tuntutan dalam melakukan aksi unjuk rasa tersebut. 

Pertama, mendesak berhenti pemborosan APBN. Kedua, mendesak menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Ketiga, menghentikan progam MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan militerisme di ranah sipil. Kelima, meminta Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya. 

"Kami membuka donasi untuk mendukung kebutuhan aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang semakin menjauh dari kepentingan rakyat. Setiap rupiah yang diberikan adalah dukungan bagi perjuangan yang lebih besar," tulis BEM UI.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.