REQNews.com

Kakak Diduga Bunuh Adik Kandung Gegara Bumbu Pecel

News

Senin, 15 Juni 2026 - 15:03

Ilustrasi penganiayaan (Foto:Istimewa)Ilustrasi penganiayaan (Foto:Istimewa)

JOMBANG, REQNews  – Kematian Khoiriyah (47), seorang perempuan warga Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang semula disebut akibat terjatuh di kamar mandi, akhirnya memunculkan dugaan lain. Luka memar yang ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh korban membuat warga curiga dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Kecurigaan tersebut menjadi awal terbongkarnya dugaan tindak penganiayaan yang menyeret nama kakak kandung korban sendiri, Sulastri. Untuk memastikan penyebab kematian, polisi bahkan melakukan pembongkaran makam korban dan melakukan proses autopsi.

Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi mengatakan, langkah pembongkaran makam dilakukan karena terdapat dugaan kuat bahwa kematian korban tidak terjadi secara wajar.

“Kami adakan pembongkaran makam almarhumah Khoiriyah yang diduga korban penganiayaan,” ujar Solihin, Senin 15 Juni 2026.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diketahui tinggal bersama Sulastri di sebuah rumah kos yang berada di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Pada peristiwa yang terjadi Jumat 12 Juni 2026, Sulastri meminta bantuan warga untuk mengangkat tubuh korban yang ditemukan tergeletak di kamar mandi.

Namun, warga yang datang ke lokasi terkejut saat melihat kondisi Khoiriyah. Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian dan terdapat sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Saat itu, Sulastri menyampaikan kepada warga bahwa adiknya meninggal akibat terjatuh di kamar mandi. Meski demikian, kondisi fisik korban yang tidak lazim membuat warga menyimpan kecurigaan dan kemudian melaporkannya kepada polisi.

“Awalnya dikatakan korban meninggal jatuh dari kamar mandi dan warga langsung memakamkan jenazah,” kata Solihin.

Sebelumnya, ketika polisi hendak membawa jenazah korban ke RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi, keluarga sempat menolak. Atas permintaan keluarga, korban akhirnya dimakamkan di kampung halamannya di Desa Peterongan.

Seiring berjalannya penyelidikan, polisi bersama tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri melakukan pembongkaran makam guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi nantinya menjadi bagian dari alat bukti dalam mengungkap kasus tersebut.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan Sulastri di rumah asalnya yang berada di Desa Peterongan. Saat ini, perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Jombang.

Seorang tetangga kos yang enggan disebutkan identitasnya mengaku mengetahui kondisi korban saat kejadian. Menurutnya, tubuh Khoiriyah penuh dengan luka lebam.

“Kondisi korban lebam-lebam semua. Korban tinggal sama kakaknya, perempuan semua,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan dipicu persoalan sepele, yakni korban disebut menghabiskan bumbu pecel milik kakaknya. Hal itu diduga membuat pelaku emosi hingga melakukan kekerasan terhadap korban.

Bahkan, saat korban berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari kamar kos, pelaku diduga menyeretnya kembali ke dalam ruangan dan kembali melakukan pemukulan.

Akibat kejadian tersebut, Khoiriyah meninggal dunia dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan memastikan motif sebenarnya dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.