REQNews.com

Satgas Damai Cartenz Tembak Mati Danops HSSBI KKB di Yahukimo

News

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:45

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo (Foto: Istimewa)Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo (Foto: Istimewa)

PAPUA PEGUNUNGAN, REQnews – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo menembak mati seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu 17 Juni 2026. 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan bahwa pelaku teridentifikasi sebagai Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (HSSBI) Kodap XVI Yahukimo berinisial AP alias Y alias AS. 

"AP diketahui merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah Kabupaten Yahukimo," kata Yusuf dalam keterangannya pada Kamis 18 Juni 2026. 

Ia mengatakan bahwa berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/28/IV/2026/SPK/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA, yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April 2026. 

Dalam kejadian tersebut, kata dia, Alexander mengalami luka tembak pada bahu kanan, sedangkan Naldy mengalami luka tembak pada paha kiri. Yusuf menyebut bahwa kedua korban berhasil mendapatkan penanganan medis dan selamat. 

Selain itu, kata dia, AP juga diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap Suhardin di kawasan Ruko Blok A, Dekai, pada 30 April 2026 sebagaimana tercatat dalam LP/B/29/IV/2026/SPKT/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA. 

"Dalam peristiwa tersebut, proyektil mengenai spidometer sepeda motor korban dan tidak menimbulkan korban jiwa," tambahnya. 

Yusuf menjelaskan bahwa sebelum dilakukan penindakan terhadap target, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan penggeledahan di sebuah rumah yang diduga menjadi markas sekaligus tempat persinggahan anggota HSSBI Kodap XVI Yahukimo yang berlokasi di belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai. 

“Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata," katanya. 

Selain itu, Yusuf mengatakan bahwa aparat juga mengamankan seorang pria berinisial HS (28) untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait jaringan dan aktivitas kelompok tersebut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata dia, HS mengakui menyimpan amunisi yang diduga berasal dari salah satu anggota kelompok HSSBI berinisial AK. Menurutnya, keterangan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan guna mengungkap jaringan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo. 

Yusuf menjelaskan bahwa setelah melakukan penggeledahan dan pengumpulan informasi, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan AP di wilayah Pos Kilo 6, Distrik Dekai. Saat dilakukan pemantauan, target diketahui melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Logpon. 

“Ketika petugas berupaya menghentikan kendaraan yang digunakan target, AP tidak mengindahkan perintah petugas, kemudian meninggalkan sepeda motornya dan melarikan diri ke arah hutan. Aparat selanjutnya melakukan pengejaran serta memberikan dua kali tembakan peringatan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya. 

Meski demikian, menurutnya target tetap berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian. 

"Dalam operasi tersebut, AP dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut," katanya. 

Dari lokasi penindakan, ia menyebut bahwa aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu unit telepon genggam merek Infinix 50 Pro warna silver. 

"Serta satu unit sepeda motor yang digunakan oleh target," ujarnya. 

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku terhadap setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan di Papua Pegunungan. 

Selain itu, penyidik akan terus mengembangkan hasil penyelidikan berdasarkan barang bukti dan informasi yang diperoleh guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memetakan jaringan kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah tersebut. 

Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan bahwa selain mengedepankan penegakan hukum, aparat tetap mengutamakan pendekatan humanis dan perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.